TOBA — Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Sebanyak 95 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMK di Kecamatan Laguboti dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dinas Kesehatan Kabupaten Toba menyebutkan bahwa 27 siswa saat ini masih menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan, sementara sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang.
Dalam rangka investigasi, dua dapur SPPG resmi dihentikan operasionalnya hingga waktu yang belum ditentukan.
"Total ada 95 kasus, dengan rincian 39 di Puskesmas Laguboti, 24 di RS HKBP, dan 32 di RSUD Porsea," kata Kepala Dinas Kesehatan Toba, Freddi Seventry Sibarani, Rabu (15/10/2025).
Dua SPPG yang dihentikan operasionalnya adalah Yayasan Namora Tama Berkarya Laguboti dan SPPG Situa-tua Sigumpar.
Hal ini tertuang dalam surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Toba.
"Dalam rangka investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM, untuk sementara SPPG Situa-tua Sigumpar dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan," demikian isi surat BGN, Kamis (16/10).
Langkah ini diambil menyusul hasil laporan awal yang menunjukkan adanya indikasi kuat keracunan makanan pada siswa yang mengonsumsi menu MBG dari dapur tersebut.
Menurut laporan, siswa mengalami mual, muntah, pusing, nyeri ulu hati, mulas hingga sesak napas setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari ikan mujahir asam manis, tempe, sayur pokcoy, dan buah semangka.
"Dari laporan tim, buah semangka yang disajikan ditemukan dalam kondisi agak berlendir," ungkap Freddi.
Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dan muntahan siswa untuk dilakukan uji laboratorium, serta terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan BGN.