BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Toba, Operasional Dua Dapur SPPG Dihentikan

Adelia Syafitri - Kamis, 16 Oktober 2025 19:54 WIB
Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Toba, Operasional Dua Dapur SPPG Dihentikan
Tim medis saat mengevakuasi siswa SMP Negeri 1 Laguboti ke rumah sakit karena diduga keracunan MBG, Rabu (15/10/2025). (foto: Dok Dinkes Toba)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TOBA — Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Sebanyak 95 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMK di Kecamatan Laguboti dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dinas Kesehatan Kabupaten Toba menyebutkan bahwa 27 siswa saat ini masih menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan, sementara sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang.

Baca Juga:

Dalam rangka investigasi, dua dapur SPPG resmi dihentikan operasionalnya hingga waktu yang belum ditentukan.

"Total ada 95 kasus, dengan rincian 39 di Puskesmas Laguboti, 24 di RS HKBP, dan 32 di RSUD Porsea," kata Kepala Dinas Kesehatan Toba, Freddi Seventry Sibarani, Rabu (15/10/2025).

Dua SPPG yang dihentikan operasionalnya adalah Yayasan Namora Tama Berkarya Laguboti dan SPPG Situa-tua Sigumpar.

Hal ini tertuang dalam surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Toba.

"Dalam rangka investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM, untuk sementara SPPG Situa-tua Sigumpar dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan," demikian isi surat BGN, Kamis (16/10).

Langkah ini diambil menyusul hasil laporan awal yang menunjukkan adanya indikasi kuat keracunan makanan pada siswa yang mengonsumsi menu MBG dari dapur tersebut.

Menurut laporan, siswa mengalami mual, muntah, pusing, nyeri ulu hati, mulas hingga sesak napas setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari ikan mujahir asam manis, tempe, sayur pokcoy, dan buah semangka.

"Dari laporan tim, buah semangka yang disajikan ditemukan dalam kondisi agak berlendir," ungkap Freddi.

Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dan muntahan siswa untuk dilakukan uji laboratorium, serta terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan BGN.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
81 Siswa SMPN 1 Laguboti Diduga Keracunan Makanan, Pemprov Sumut Turunkan Tim Gerak Cepat
Luhut: Program MBG Harus Jalan Minimal 10 Tahun
Ayam Goreng dalam Paket MBG SMP Negeri 3 Medan Diduga Tak Layak Konsumsi
34 Siswa Keracunan Usai Santap MBG di Toba, Diduga Akibat Buah Semangka
Habiburokhman: Wajar Jika Program MBG Temui Masalah, Ini Hajatan Nasional Setiap Hari
Aksi Ibu-Ibu di Depan BGN: “Stop MBG, Utamakan Keselamatan Anak”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru