"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
YOGYAKARTA -Polisi berhasil menangkap empat orang pelaku sindikat jual beli bayi yang beroperasi di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Para tersangka menggunakan media sosial Facebook sebagai sarana transaksi, dengan harga bayi yang dijual mencapai Rp 25 juta per anak.
Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima pihak kepolisian mengenai adanya praktik jual beli bayi di beberapa grup Facebook. Penyelidikan menunjukkan bahwa akun bernama “Azka” aktif menawarkan adopsi bayi kepada calon pembeli.
“Unit PPA Polres Kulon Progo dan tim opsnal mendalami informasi tersebut dan menemukan akun Facebook yang sering mencari perempuan hamil atau baru melahirkan. Akun tersebut digunakan untuk praktik jual beli bayi demi memperoleh keuntungan finansial,” ujar Wilson dalam konferensi pers di Mapolda DIY, Senin (25/11/2024).
Modus Operandi dan PenangkapanPolisi kemudian menyamar sebagai calon pembeli dan menghubungi akun tersebut. Dalam percakapan, pelaku menawarkan bayi dengan harga Rp 25 juta. Setelah kesepakatan dibuat, tersangka mengirim foto bayi dan kemudian mengatur pengantaran bayi tersebut.
“Ketika bayi diantarkan, tersangka meminta uang sesuai perjanjian. Pada saat itu juga, kami berhasil menangkap para pelaku dan mengamankan bayi beserta barang bukti,” jelas Wilson.
Keempat tersangka yang ditangkap adalah AH (41) dan A (39) warga Sukoharjo, MM (52) warga Karanganyar, dan NNR (20) warga Grobogan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam sindikat ini, mulai dari mencari bayi hingga mengatur transaksi.
Modus Pura-Pura AdopsiBerdasarkan pemeriksaan, para pelaku menggunakan modus pura-pura mengadopsi bayi dari perempuan yang hamil di luar nikah. Tersangka bahkan berpura-pura sebagai pasangan suami istri bersama mertua untuk meyakinkan calon ibu bahwa bayi mereka akan diadopsi dengan niat baik.
“Para tersangka menargetkan ibu muda yang tidak menginginkan anak hasil hubungan gelap. Mereka berpura-pura menjadi keluarga yang ingin merawat bayi, tetapi nyatanya bayi dijual untuk mendapatkan uang,” tambah Wilson.
Bayi dalam Kondisi AmanBayi yang diselamatkan kini berada di bawah perlindungan pihak kepolisian dan sedang dalam proses penyerahan ke Dinas Sosial untuk perawatan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami apakah sindikat ini memiliki jaringan yang lebih luas di wilayah lain.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap praktik ilegal semacam ini, khususnya di platform media sosial,” kata Wilson.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan bahaya perdagangan manusia yang terus mengancam, bahkan melalui teknologi dan media sosial. Polda DIY berkomitmen untuk terus memberantas kejahatan serupa demi melindungi masyarakat, terutamaterutama kelompok rentan seperti anak-anak dan bayi.
(N/014)
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Per
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika terbaru terkait kebijakan t
EKONOMI
MEDAN Bulan Ramadhan menjadi momentum utama bagi umat Muslim untuk meraih pahala berlimpah.Selain menahan lapar dan dahaga, ada sejumlah
AGAMA
DELI SERDANG Perayaan Imlek Bersama seDeli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili berlangsung meriah di Kito Convention Hall, Kecamatan Tan
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus iklim investasi yang ramah lingk
PEMERINTAHAN
SITAHUIS Plh. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ernita Naibaho, bersama mitra pem
PEMERINTAHAN
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menekankan perlunya perhatian serius terhadap kasus HIV/AIDS yang masih me
KESEHATAN
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster memberikan dukungan penuh kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo
NASIONAL