Medan Bersih Narkoba: Kolaborasi Pemko dan Aparat Amankan Enam Kawasan Rawan
- Sabtu, 08 November 2025 12:33 WIB
Wali Kota Medan bersama Forkopimda menegaskan komitmen untuk menutup seluruh ruang bagi peredaran narkoba di Kota Medan, hal ini di sampaikan pada temu pers di Kampung Lalang Jumat (7/11/2025). (foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN-Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menegaskan komitmen untuk menutup seluruh ruang bagi peredaran narkoba di Kota Medan.
Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri temu pers Operasi Pemulihan Kawasan Narkoba Terpadu di Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (7/11/2025).
"Kegiatan ini adalah bentuk penolakan tegas kami terhadap keberadaan narkoba. Saya tidak ingin ada masyarakat yang melindungi pelaku narkoba. Jika ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan, segera laporkan," tegas Rico Waas.
Operasi ini melibatkan Kepala BNN Sumatera Utara Brigjen Pol Toga H. Panjaitan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Danpomdam I/Bukit Barisan Kolonel CPM Henri Simanjuntak, Wakil Dandim 0201/Medan Kapten Yani Darmaputra, Camat Medan Sunggal, serta berbagai instansi terkait lainnya.Brigjen Pol Toga Panjaitan menjelaskan, Kampung Lalang menjadi salah satu lokasi dalam razia serentak pemulihan kampung narkoba yang berlangsung di seluruh Indonesia. "Hari ini dilakukan razia serentak pemulihan kampung narkoba, termasuk Kampung Lalang, yang selama ini dikenal rawan narkoba. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pemulihan sosial agar lingkungan dapat produktif," ujar Toga.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, memaparkan hasil operasi gabungan yang berlangsung sejak 3 hingga 6 November 2025. Tim gabungan berhasil mengungkap enam kawasan peredaran narkoba di Kota Medan, termasuk barak-barak narkoba, loket penjualan, dan kampung yang menjadi sarang pengedar.
Di Kampung Pria Laut III, aparat menangkap seorang bandar berinisial MR yang diketahui menjalankan lapak-lapak narkoba. Dari lokasi, tim mengamankan berbagai peralatan untuk penggunaan dan distribusi narkoba, termasuk bong, pipet, jarum suntik, serta sistem pengawasan untuk memantau situasi sekitar.
Beberapa barak bahkan dilengkapi kawat berduri beraliran listrik sebagai pengamanan tambahan.Wali Kota Medan menekankan, langkah kolaboratif ini adalah upaya bersama untuk mewujudkan kota yang bebas dari narkoba. "Kawasan yang selama ini menjadi sarang narkoba akan dialihkan menjadi ruang publik yang positif, dan pengguna narkoba akan dibina melalui rehabilitasi," ujar Rico Waas.
Operasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemko Medan dan aparat penegak hukum dalam memberantas narkoba demi terciptanya masyarakat yang aman dan produktif.*