MEDAN - Di tengah meningkatnya laporan kejahatan harian di wilayah pinggiran Kota Medan, satu hal mulai berubah di Polsek Patumbak: cara mereka mendengar warganya. Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan, S.H., mengatakan polisi tak lagi menunggu laporan menumpuk di meja, tapi langsung bergerak cepat, terukur, dan dengan pendekatan manusiawi.
"Setiap laporan masyarakat langsung kami tindaklanjuti secara profesional. Kami turun ke lapangan, mengecek TKP, dan berinteraksi langsung dengan korban," ujar Omrin dalam program Dialog Interaktif Hallo Polisi di Studio I RRI Medan, Rabu (12/11/2025), bertema "Polsek PatumbakQuick Respon Tanggapi Laporan Warga dan Ungkap Kasus."
Program quick respon bukan sekadar jargon kecepatan, tapi soal kehadiran. Dalam setiap laporan pencurian, misalnya, petugas tak hanya mendatangi lokasi kejadian, tapi juga melakukan pendekatan konseling dengan warga yang menjadi korban.
"Kami ingin masyarakat merasa dilindungi, bukan sekadar dilayani," tutur Iptu Omrin.Tim Reskrim bahkan bekerja sama dengan unit Inavis untuk memeriksa CCTV hingga mengarahkan korban membuat laporan resmi. Dalam beberapa bulan terakhir, langkah cepat ini berbuah hasil nyata.
Sejumlah kasus besar berhasil diungkap, dari pencurian rumah di kawasan Marendal dan Jalan Pertahanan hingga peredaran uang palsu yang ternyata dilakukan oleh residivis."Sebagian besar pelaku beraksi karena tekanan ekonomi. Tapi hukum tetap harus ditegakkan," kata Omrin.
Ia juga menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. "Sebelum bepergian, koordinasi dengan tetangga atau Kepling. Untuk pemilik motor, gunakan kunci ganda," imbaunya.Polsek Patumbak kini membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Laporan masyarakat bisa langsung disampaikan ke kantor atau melalui call center 110, sementara patroli malam rutin dilakukan untuk menekan aksi geng motor, begal, dan penyalahgunaan narkotika.
"Ini implementasi dari Commander Wish Kapolrestabes Medan. Kami tidak hanya menindak, tapi juga mendidik. Polisi dan warga harus jadi mitra," ujar Omrin.Dari Kritik Jadi Cermin
Berbeda dari gaya lama yang tertutup, Polsek Patumbak kini justru membuka diri terhadap kritik.
"Kami siap dikritik. Itu bagian dari tanggung jawab kami sebagai aparat negara," tegasnya.
Bagi Omrin, kepercayaan publik adalah bahan bakar utama kerja kepolisian. Kritik bukan ancaman, melainkan cermin untuk memperbaiki diri.Program Hallo Polisi di RRI Medan sore itu menjadi lebih dari sekadar dialog radio ia menjadi ruang komunikasi baru antara warga dan aparat. Dari wilayah hukum yang kerap luput dari sorotan, Polsek Patumbak mencoba membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari cara sederhana: bergerak cepat dan mendengar lebih lama.
"Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan di Patumbak. Tapi kami juga tidak akan menutup telinga dari suara masyarakat," tutup Omrin.*