Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Kami minta kasus ini dibuka terang benderang. Jangan sampai ada perlindungan terhadap oknum atau institusi tertentu," ujarnya.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena menyatakan pihaknya akan memeriksa AKBP B sebagai saksi utama dan mengumpulkan bukti pendukung, termasuk rekaman CCTV hotel.
Autopsi telah dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.
Hingga kini, polisi menyebut tidak menemukan tanda kekerasan pada pemeriksaan awal, namun keluarga menilai informasi tersebut perlu diverifikasi dengan hasil autopsi lengkap dan penyelidikan komprehensif.
Sejumlah pihak menilai hubungan administratif antara korban dan saksi, serta adanya dugaan hubungan personal sebelumnya, menempatkan kasus ini dalam posisi rawan konflik kepentingan.
Pakar hukum pidana dari beberapa universitas di Semarang menyebut, dalam situasi seperti ini, kepolisian seharusnya mempertimbangkan penanganan oleh unit yang sepenuhnya independen, atau pengawasan ketat dari pihak eksternal.
Dwinanda dikenal sebagai akademisi muda yang aktif di bidang hukum dan penelitian.
Ia merantau ke Semarang setelah orang tuanya meninggal dan menjadi dosen tetap di Untag sekitar 2021–2022.
Korban merupakan lulusan Undip dan Unsoed dan dikenal dekat dengan mahasiswa lewat aktivitas akademiknya.
Kepergiannya yang mendadak dan misterius membuat dunia pendidikan di Semarang berduka dan menuntut kejelasan.
Keluarga masih menunggu keputusan keluarga besar terkait langkah hukum berikutnya.
Sementara itu, publik, kampus, dan berbagai komunitas akademik menuntut agar penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.