JAKARTA- Bareskrim Polri mengungkap fakta baru di balik kecelakaan tunggal yang menimpa sebuah Nissan X-Trail di Kilometer 136 B Tol Sumatra, Lampung.
Insiden yang terjadi pada Minggu, 23 November itu justru menjadi pintu masuk terbongkarnya penyelundupan ribuan butir ekstasi yang dikendalikan jaringan antarprovinsi.
Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Sunario, mengatakan pelaku, MR (43), dalam kondisi di bawah pengaruh sabu saat mengemudi.
"Setelah mengantar istrinya ke bandara, tersangka kembali ke hotel dan mengisap sabu sebelum melanjutkan perjalanan," ujar Sunario di Jakarta, Selasa, 25 November 2025.
Sebelum kecelakaan, MR menerima enam tas berisi ekstasi dari seorang kurir di Palembang.
Tas tersebut awalnya ditinggalkan di mobil Daihatsu Terios yang tidak terkunci, karena MR dan istrinya sedang keluar mencari makan siang.
Setibanya di hotel, MR memindahkan seluruh tas itu ke mobil Nissan X-Trail hitam miliknya.
"MR memindahkan enam tas itu ke dalam mobil X-Trail yang digunakannya," kata Sunario.
Dalam perjalanan menuju Jakarta, MR sempat mengalami kendala. Mobilnya kehabisan bensin dan ia meminta bantuan petugas tol.
Setelah kembali melaju, kendaraan itu mengalami kecelakaan sekitar pukul 05.40 WIB.
Petugas TNI, PJR, dan petugas tol yang mendatangi lokasi menemukan tas-tas mencurigakan di dalam mobil.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tas tersebut berisi 194.631 butir ekstasi utuh dan 3.869 gram ekstasi bubuk—salah satu temuan terbesar di sepanjang jalur distribusi narkoba Sumatra–Jawa dalam beberapa bulan terakhir.
Sunario mengungkapkan MR merupakan residivis kasus narkoba.
Ia mengaku mendapat perintah dari seseorang berinisial U untuk mengambil barang tersebut di Palembang.
"Dia diperintahkan oleh saudara U untuk berangkat ke Palembang guna mengambil ekstasi itu," ujarnya.
MR sempat pulang ke Tigaraksa, Tangerang setelah kecelakaan, sebelum akhirnya ditangkap tim gabungan Subdit 4 dan Satgas NIC Dittipidnarkoba pada hari yang sama.
Bareskrim masih menelusuri peran U dan jaringan yang terlibat dalam pengiriman ekstasi berskala besar ini.*