Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Bacakan Eksepsi di Sidang Hari Ini
JAKARTA Sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait kasus ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali d
NASIONAL
SULSEL –Muhammad Said Didu merespons permintaan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memintanya melaporkan dan membuktikan pernyataannya terkait dugaan adanya pasangan calon gubernur (cagub) Sulsel yang dibekingi bandar narkoba. Said Didu menegaskan bahwa pernyataan tersebut sudah menjadi rahasia umum di masyarakat Sulsel.
“Saya kan orang sana, jadi sudah paham betul betapa bahayanya narkoba di sana. Sudah sangat berbahaya. Orang paham semua kok siapa bandarnya, dan itu orang kuat,” ujar Said Didu.
Said Didu menyebutkan bahwa bandar narkoba yang dimaksudnya diduga turut terlibat dalam mendukung pasangan calon pada pemilihan gubernur dan bupati di Sulsel. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon yang didukung oleh bandar narkoba.
“Saya berharap rakyat jangan lagi memilih calon yang didukung oleh bandar narkoba atau yang terkait. Ini demi menyelamatkan masa depan Sulsel dan generasi muda kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap salah satu kabupaten di Sulsel yang menurutnya kini dikenal sebagai lumbung narkoba dan penipuan online, padahal sebelumnya dikenal sebagai lumbung pangan dan ulama.
Ketika diminta Polda Sulsel untuk melaporkan dan membuktikan pernyataannya, Said Didu menilai bahwa pihak kepolisian sudah mengetahui siapa sosok yang dimaksud.
“Polisi tahu semua. Jadi, saya rasa tidak perlu ditanggapi lebih jauh. Yang merasa sebagai bandar narkoba dan terlibat, berhenti saja, karena ini merusak bangsa Indonesia,” ujarnya.
Said Didu menambahkan bahwa publik di Sulsel juga sudah memahami siapa sosok bandar narkoba yang dimaksud, menyebutnya sebagai rahasia umum.
Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono meminta pihak yang memiliki bukti terkait dugaan keterlibatan bandar narkoba dalam mendukung cagub untuk segera melapor.
“Harus dilaporkan. Kalau ada bukti-buktinya, laporkan,” ujar Irjen Yudhiawan kepada detikSulsel, Rabu (20/11/2024).
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan penyelidikan tanpa indikasi pidana yang jelas.
“Harus ada indikasi. Jangan katanya-katanya,” tambahnya.
Isu ini telah menarik perhatian publik Sulsel, terutama menjelang Pilkada 2024. Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih pemimpin dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang memiliki agenda merugikan bangsa.
Untuk perkembangan berita lebih lanjut, pantau terus portal kami. (N/014)
JAKARTA Sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait kasus ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali d
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum Nadiem Makarim, Ari Yusuf Amir, mengkritik putusan majelis hakim dalam perkara pengadaan Chromebook. Menurutnya, terdap
NASIONAL
JAKARTA Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita sebanyak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional mengalami pergerakan pada Kamis (9/7). Cabai rawit mer
EKONOMI
DELI SERDANG Wakil Bupati Asahan Rianto menghadiri pembukaan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara Tahun 2026 di Bumi
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Prakiraan cuaca di wilayah Aceh pada Kamis (9/7) didominasi kondisi berawan. Sementara itu, beberapa daerah diprediksi mengala
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca di wilayah Sumatera Utara pada Kamis (9/7) didominasi kondisi berawan hingga cerah. Meski sebagian besar daerah dip
NASIONAL
JAKARTA Prakiraan cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta pada Kamis (9/7) didominasi kondisi cerah. Cuaca tersebut diperkirakan terjadi di
NASIONAL
BANDUNG Prakiraan cuaca di wilayah Jawa Barat pada Kamis (9/7) didominasi kondisi cerah. Hampir seluruh kabupaten dan kota diperkirakan m
NASIONAL
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca di seluruh wilayah Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta pada Kamis (9/7) didominasi kondisi cerah. Cuaca tersebut d
NASIONAL