Terungkap! Fakta Mencengangkan di Balik Jaringan Narkoba ‘The Doctor’
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengembangkan penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan jaringan narkotik
HUKUM DAN KRIMINAL
SULSEL –Muhammad Said Didu merespons permintaan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memintanya melaporkan dan membuktikan pernyataannya terkait dugaan adanya pasangan calon gubernur (cagub) Sulsel yang dibekingi bandar narkoba. Said Didu menegaskan bahwa pernyataan tersebut sudah menjadi rahasia umum di masyarakat Sulsel.
“Saya kan orang sana, jadi sudah paham betul betapa bahayanya narkoba di sana. Sudah sangat berbahaya. Orang paham semua kok siapa bandarnya, dan itu orang kuat,” ujar Said Didu.
Said Didu menyebutkan bahwa bandar narkoba yang dimaksudnya diduga turut terlibat dalam mendukung pasangan calon pada pemilihan gubernur dan bupati di Sulsel. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon yang didukung oleh bandar narkoba.
“Saya berharap rakyat jangan lagi memilih calon yang didukung oleh bandar narkoba atau yang terkait. Ini demi menyelamatkan masa depan Sulsel dan generasi muda kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap salah satu kabupaten di Sulsel yang menurutnya kini dikenal sebagai lumbung narkoba dan penipuan online, padahal sebelumnya dikenal sebagai lumbung pangan dan ulama.
Ketika diminta Polda Sulsel untuk melaporkan dan membuktikan pernyataannya, Said Didu menilai bahwa pihak kepolisian sudah mengetahui siapa sosok yang dimaksud.
“Polisi tahu semua. Jadi, saya rasa tidak perlu ditanggapi lebih jauh. Yang merasa sebagai bandar narkoba dan terlibat, berhenti saja, karena ini merusak bangsa Indonesia,” ujarnya.
Said Didu menambahkan bahwa publik di Sulsel juga sudah memahami siapa sosok bandar narkoba yang dimaksud, menyebutnya sebagai rahasia umum.
Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono meminta pihak yang memiliki bukti terkait dugaan keterlibatan bandar narkoba dalam mendukung cagub untuk segera melapor.
“Harus dilaporkan. Kalau ada bukti-buktinya, laporkan,” ujar Irjen Yudhiawan kepada detikSulsel, Rabu (20/11/2024).
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan penyelidikan tanpa indikasi pidana yang jelas.
“Harus ada indikasi. Jangan katanya-katanya,” tambahnya.
Isu ini telah menarik perhatian publik Sulsel, terutama menjelang Pilkada 2024. Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih pemimpin dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang memiliki agenda merugikan bangsa.
Untuk perkembangan berita lebih lanjut, pantau terus portal kami. (N/014)
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengembangkan penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan jaringan narkotik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi salah satu skema pembiayaan yang banyak diminati pelaku usaha mikro, kecil, da
EKONOMI
JAKARTA Istilah Israel dan Bani Israil kerap digunakan secara bergantian dalam percakapan publik. Namun, keduanya memiliki makna yan
AGAMA
MEDAN Kecamatan Medan Selayang berhasil meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke59 tingkat Kota Medan tahun 2026. Sem
PEMERINTAHAN
OlehAli Mochtar Ngabalin.PERJALANAN Presiden Prabowo ke Moskow lalu berlanjut ke Paris memperlihatkan satu arsitektur kepemimpinan yang bek
OPINI
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muda Seudang masa bakti 20262030 di Anj
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, berhasil memediasi perselisihan antara Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, dengan Dewan Perw
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Ribuan warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh mulai menerima bantuan kemanusiaan dari jaringan relawan internasiona
PEMERINTAHAN
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Bali pada Minggu, 19 Apr
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Min
NASIONAL