Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
TAPANULI SELATAN –Hutan Batangtoru, Tapanuli Selatan, kembali menjadi sorotan.
Hilangnya tutupan hutan di ekosistem ini diduga menjadi salah satu faktor utama banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi belakangan ini.
Sejumlah pihak, baik individu maupun perusahaan, disebut terlibat dalam pengurangan tutupan hutan, sehingga memicu kerusakan lingkungan yang signifikan.Baca Juga:
Ketua Sarekat Hijau Indonesia Sumatera Utara, Hendrawan Hasibuan, menegaskan pentingnya penegakan hukum yang objektif dan transparan terhadap pelaku deforestasi, baik perorangan maupun korporasi.
"Hilangnya satu batang pohon pun merupakan kejahatan karena berdampak pada deforestasi yang menyebabkan banjir dan longsor. Tidak boleh ada perlakuan tebang pilih dalam penegakan hukum," kata Hendrawan, Rabu (17/12/2025).
Bareskrim Polri sebelumnya telah memeriksa 17 orang terkait temuan kayu gelondongan yang terbawa banjir di Batangtoru.
Selain itu, beberapa perusahaan besar yang beroperasi di hulu dan hilir DAS Batangtoru juga menjadi sorotan. Di antaranya:
- PT Agincourt Resources (pertambangan emas)
- PT North Sumatra Hydro Energy (PLTA)
- PT Sago Nauli Plantation (perkebunan sawit)
- PTPN III Batangtoru Estate (perkebunan sawit)
Tak hanya perusahaan, 12 individu pemegang hak atas tanah (PHAT) juga diduga melakukan pembalakan liar di wilayah hutan.
Beberapa PHAT ini berada di dekat DAS Batangtoru, sementara lainnya melakukan aktivitas di ekosistem kritis tersebut.
Dari daftar PHAT, sebagian masih aktif namun dibekukan izin pengelolaannya.
Hendrawan menegaskan, penindakan harus sesuai kapasitas pelaku dan berdasarkan bukti.
"Semua yang menyebabkan hilangnya tutupan hutan harus bertanggung jawab secara hukum," ujarnya.
Para aktivis lingkungan berharap pemerintah dan aparat hukum bisa bergerak cepat, menegakkan aturan, dan mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa ekosistem Batangtoru memiliki nilai strategis dan ekologis yang harus dijaga demi kelangsungan hidup masyarakat sekitar.*
(ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL