BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Jembatan Bailey di Wilayah Bencana: Baut Dilepas, Biadab!

Raman Krisna - Senin, 29 Desember 2025 12:11 WIB
KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Jembatan Bailey di Wilayah Bencana: Baut Dilepas, Biadab!
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). (foto: tangkapan layar yt BNPB Indonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkap adanya dugaan upaya sabotase terhadap jembatan bailey yang dibangun TNI di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dugaan itu mencuat setelah ditemukan baut-baut jembatan yang telah terpasang justru dilepas oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:
"Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan bailey kita. Dua hari yang lalu, mungkin ada ditayangkan ininya (foto-fotonya), dibongkar baut-bautnya. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini, terus terang saja," ujar Maruli dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Maruli mengaku tidak menyangka ada pihak yang sengaja melakukan tindakan tersebut, terlebih di tengah upaya penanganan bencana yang sedang berlangsung Ia menyebut baut-baut jembatan terlihat berpindah ke sisi jembatan, padahal sebelumnya telah terpasang oleh personel TNI.

"Kami tidak menyangka ada orang yang tega melakukan hal seperti ini. Terlihat jelas baut-bautnya berpindah," kata Maruli.

Ia menilai tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan mengarah pada upaya mencoreng kerja pemerintah dalam penanganan bencana.

Menurut Maruli, jembatan bailey merupakan infrastruktur vital yang dibangun untuk memperlancar distribusi bantuan dan mobilitas warga.

"Mengorbankan masyarakat yang sedang terkena bencana pun masih dilakukan. Ini sangat tidak bisa diterima," ujarnya.

Maruli menambahkan, peristiwa itu membuatnya terpukul secara personal.

Pasalnya, jembatan-jembatan tersebut dibangun personel TNI dengan sistem kerja tiga shift, pagi, siang, dan malam, demi mempercepat pemulihan akses di daerah terdampak.

"Terus terang, saya sampai tidak bisa tidur memikirkan ini. Anggota bekerja siang malam, tapi masih ada yang melakukan perusakan," kata dia.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
3.700 Sekolah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera, Pemerintah Kejar Pemulihan Jelang Tahun Ajaran Baru
Kemensos Salurkan Rp100,48 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara
Kapolri Terjunkan 10.759 Personel untuk Tangani Banjir di Sumatra, Siap Tambah untuk Percepat Pemulihan
Seluruh RSUD Pascabencana Sudah Beroperasi, Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan dan Pendidikan Pulih
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Kabupaten Agam, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Sumut Pacu Pembangunan 648 Hunian Tetap untuk Korban Banjir dan Longsor
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru