BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Saksi Paslon Pilbup Sampang Tewas Dibacok, Kapolda Jatim Pimpin Penyelidikan

BITVonline.com - Senin, 18 November 2024 10:57 WIB
Saksi Paslon Pilbup Sampang Tewas Dibacok, Kapolda Jatim Pimpin Penyelidikan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SAMPANG- Sebuah tragedi berdarah mewarnai suasana Pemilihan Bupati (Pilbup) Sampang, Jawa Timur. Seorang saksi pasangan calon (paslon) Bupati, Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh), tewas mengenaskan akibat aksi pembacokan oleh sekelompok orang bersenjata tajam. Peristiwa yang memicu keprihatinan publik ini terjadi di wilayah Ketapang dan diduga berlatar belakang motif politik.

Kapolda Jawa Timur Irjen Imam Sugianto langsung turun tangan memimpin penyelidikan untuk mengusut kasus yang menjadi sorotan nasional ini.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Dirmanto, mengungkapkan bahwa Kapolda telah memerintahkan pembentukan tim khusus untuk menangani kasus ini. “Tim gabungan sudah diterjunkan untuk memburu para terduga pelaku dan mengusut tuntas kasus ini. Penanganannya dilakukan oleh Polres Sampang dengan dukungan Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jatim,” ujarnya pada Senin (18/11/2024).

Irjen Imam Sugianto sendiri memantau langsung jalannya penyelidikan untuk memastikan setiap langkah hukum dilakukan secara transparan dan tegas. “Kasus ini sangat serius, dan Kapolda ingin agar penanganannya tuntas tanpa pandang bulu,” tambah Kombes Dirmanto. Slamet Junaidi, calon Bupati dari paslon Jimat Sakteh, memberikan keterangan terkait insiden tragis tersebut. Ia menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah dirinya mengunjungi salah satu tokoh agama di wilayah Ketapang.

“Kejadiannya bermula ketika saya bersama rombongan hendak keluar dari kediaman seorang kiai. Kami dihadang oleh massa sekitar 100 orang yang membawa senjata tajam seperti celurit. Mereka bahkan berusaha menabrak kami dengan mobil,” ungkap Slamet kepada media.

Untuk menghindari konfrontasi, Slamet dan rombongannya diarahkan menggunakan jalur alternatif. Namun, saat berhasil keluar dari desa, mereka mendapat kabar bahwa telah terjadi aksi pembacokan di halaman rumah sang kiai.

Korban pembacokan adalah seorang saksi dari paslon Jimat Sakteh yang dikenal dengan inisial J. Ia merupakan warga Pamekasan yang menikah dengan seorang perempuan asal Ketapang Laok. Tragisnya, korban meninggalkan dua anak kecil berusia lima dan dua tahun.

“J saat itu masih berada di lokasi bersama sang kiai. Saat massa mendatangi rumah kiai, korban mencoba bertahan, namun akhirnya dibacok hingga tewas di tempat,” tambah Slamet.

Polisi kini tengah mengejar para pelaku yang diduga kuat terlibat dalam insiden pembacokan tersebut. Kombes Dirmanto memastikan bahwa penyelidikan dilakukan menyeluruh untuk mengungkap motif utama di balik peristiwa ini.

“Kami akan memastikan setiap pihak yang terlibat dalam tindak kekerasan ini diproses sesuai hukum. Langkah ini juga untuk menjaga stabilitas keamanan selama masa pemilihan,” tegasnya.

Tragedi ini mencuatkan kekhawatiran terkait potensi eskalasi kekerasan berbasis politik di daerah. Pihak keamanan dan tokoh masyarakat di Sampang mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh kejadian ini.

“Sampang membutuhkan kedamaian, bukan kekerasan. Kami berharap masyarakat tetap menjaga persatuan demi masa depan yang lebih baik,” ujar salah satu tokoh agama di wilayah tersebut.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru