Saat ditegur, Agus menanyakan maksud dan tujuan teguran tersebut.
Siswa itu kemudian menantangnya, sehingga Agus secara refleks menampar satu kali muka siswa tersebut.
Ketegangan berlanjut hingga jam istirahat, sekitar pukul 13.00–16.00 WIB, saat siswa kembali menantang Agus.
Dalam mediasi yang sempat berlangsung, Agus berupaya mencari solusi, termasuk menawarkan alternatif pembuatan petisi terkait keinginan siswa untuk mengubah perilaku mereka.
Namun, suasana memanas dan sejumlah siswa dari berbagai kelas melakukan pengeroyokan terhadap Agus.
Dalam video yang viral, terlihat Agus membawa senjata tajam jenis celurit, yang menurutnya hanya digunakan untuk menggertak agar siswa bubar dan membela diri.
Ia menegaskan tidak berniat melakukan kekerasan melainkan menjaga keselamatan diri dari lemparan batu dan benda keras oleh siswa.
Agus mengaku sempat dilempari batu dan bata saat kejadian.
Ia berharap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dapat menengahi persoalan agar tidak berlarut-larut dan memberikan bimbingan psikologis bagi siswa.