Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
JAKARTA –Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Agus Andrianto menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait pelarian tujuh tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta. Agus mengungkapkan bahwa insiden tersebut diduga terjadi akibat kelalaian dalam pengawasan di Lapas.
“Diduga ada kelalaian,” ujar Agus saat memberikan penjelasan kepada para pimpinan media massa di acara silaturahmi yang digelar di Restoran Plataran, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11). Dalam kesempatan tersebut, Agus didampingi oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Silmy Karim, Plt Dirjen Pemasyarakatan Ambeg Paramarta, Plt Dirjen Imigrasi Saffar m Godam, serta Plt Sekjen Kementerian Hukum dan HAM Asep.
Agus mengungkapkan bahwa saat ini penyelidikan internal sedang dilakukan di Lapas Salemba. Pihaknya tengah memeriksa sejumlah petugas Lapas, mulai dari sipir hingga Kepala Lapas (Kalapas) yang bertanggung jawab. “Akan kita copot,” tegas Agus, menandaskan bahwa sanksi berat akan dijatuhkan kepada pihak yang terbukti lalai dalam tugas.
Menurut Agus, sementara ini ditemukan indikasi bahwa tidak ada pengawasan yang ketat terhadap tahanan. Hal ini termasuk kelalaian dalam proses pergantian jam piket oleh para sipir. “Kami akan berikan pelatihan kepada petugas Lapas untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” tambahnya.
Agus juga menambahkan bahwa proses pengejaran terhadap tujuh tahanan yang kabur telah dilakukan dengan koordinasi bersama pihak kepolisian. Meskipun demikian, ia belum merinci lebih lanjut tentang perkembangan pencarian mereka.
Di sisi lain, Agus juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memindahkan 84 tahanan yang terlibat dalam kasus berat ke Lapas Nusakambangan, yang dikenal dengan sistem keamanan maksimum. Pemindahan ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada para narapidana yang terlibat dalam tindak pidana besar, termasuk mereka yang sudah divonis mati.
“Mereka yang sudah divonis mati dan mereka yang melakukan kejahatan lagi selama di Lapas, seperti penipuan, dipindahkan ke Nusakambangan,” jelas Agus.
Dengan pemindahan tersebut, diharapkan para narapidana yang berada di Nusakambangan akan menghadapi sistem pengamanan yang lebih ketat, guna mencegah terjadinya pelarian maupun tindak kejahatan lainnya di dalam Lapas.
(N/014)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL