Kapolres Tapanuli Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yon E, saat menerima pengakuan pelaku yang nekat membakar istrinya, Kamis (5/2/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Hendry diduga baru pulang dari luar membawa satu botol air mineral berisi Pertamax, yang kemudian diletakkan di dalam kamar.
Tak lama berselang, terjadi pertengkaran mulut antara Hendry dan NS, yang memuncak menjadi tindakan kekerasan ekstrem hingga NS mengalami luka bakar serius.
Kapolres Tapanuli Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yon E, menerima pengakuan Hendry di hadapan aparat, Kamis (5/2/2026).
"Infonya dia selingkuh," ungkap Hendry, yang mengaku curiga istrinya tidak lagi menyukainya.
"Dia tidak senang lagi sama saya, makanya kami harus mati berdua saja," katanya.
Hendry juga mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan.
"Saya sudah bersalah, pak," tandasnya.
Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Kejadian ini menjadi pengingat serius akan dampak ekstrem dari kecemburuan dan konflik rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik
Aparat kepolisian menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan indikasi KDRT sebelum berujung pada tragedi yang membahayakan nyawa.*