Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Minta Siswa Gunakan Masker
MEDAN Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra meminta Pemerintah Kota Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kondisi kualita
KESEHATAN
PEKANBARU – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menetapkan dua orang tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi penguasaan barang bukti pabrik mini kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis.
Kedua tersangka, berinisial HJ dan S, diduga merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah akibat pengelolaan aset yang seharusnya menjadi milik pemerintah.
Kepala Kejati Riau, Sutikno, menjelaskan bahwa HJ merupakan mantan Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis periode 2015–2017, sedangkan S adalah Direktur PT Tengganau Mandiri Lestari.Baca Juga:
"HJ dan S ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penguasaan barang bukti berupa pabrik mini kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis," ujar Sutikno di Pekanbaru, Kamis (19/2/2026).
Aspidsus Kejati Riau, Carrel Williams, menyebutkan bahwa pabrik kelapa sawit mini di Desa Tengganu merupakan barang bukti hasil sitaan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 112/K/Pid.Sus/2014.
Aset ini seharusnya dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Koperasi dan UMKM, namun terjadi penyimpangan setelah diserahkan pada HJ.
"Setelah diterima Pemkab Bengkalis melalui Dinas Koperasi dan UMKM, HJ selaku pejabat tidak mengamankan aset secara fisik maupun administratif. Barang bukti justru dikuasai oleh S dan digunakan untuk operasional serta disewakan tanpa izin hingga Maret 2024," terang Carrel.
Akibat tindakan kedua tersangka, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 30,87 miliar.
Padahal, Pemkab Bengkalis telah mengirimkan surat resmi pada Januari 2017 kepada S terkait status aset tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang penyalahgunaan aset negara di Riau.
Carrel menegaskan, pabrik kelapa sawit mini tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat, bukan dikuasai pihak swasta.
"Ini barang sitaan dari kasus tindak pidana korupsi, yang harusnya dikelola oleh Pemkab Bengkalis, ternyata dikelola oleh S dan menimbulkan kerugian negara," ungkap Carrel.
MEDAN Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra meminta Pemerintah Kota Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kondisi kualita
KESEHATAN
MEDAN Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br Tarigan, mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi m
PERISTIWA
MEDAN Wacana Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Dodhy Thahir, menjadi perhatia
POLITIK
MEDAN Sebanyak 760 atlet pelajar dari seluruh kecamatan di Kota Medan mengikuti Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Antarkecamatan Piala Wali K
OLAHRAGA
MEDAN Unit Reskrim Polsek Sunggal menangkap dua orang yang diduga terlibat penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor. Kedua pelaku, se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) akan menggelar forum akademik internasional bertajuk The 1st Internationa
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi kuatnya nilai kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang dibangun k
PEMERINTAHAN
KISARAN Seorang anggota polisi berpangkat Brigadir Dua (Bripda) berinisial SAS diamankan warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
PERISTIWA
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tengah melakukan pemberkasan perkara dugaan korupsi Program Bantuan Penguatan Ekonomi Masyarakat K
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Sumut memperbaiki kinerja dan mulai
PEMERINTAHAN