Update Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,944 Juta/Gram
JAKARTA Harga emas Antam logam mulia kembali mengalami kenaikan pada Jumat (20/2/2026). Berdasarkan informasi resmi dari Butik Emas Loga
EKONOMI
PALEMBANG — Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menahan dua mantan direktur perusahaan pelat merah terkait dugaan tindak pidana korupsi distribusi semen yang merugikan negara hingga Rp74,3 miliar.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, mengatakan penahanan dilakukan terhadap tersangka MJ dan DP setelah sebelumnya penyidik menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini.
"Sebelumnya tersangka DJ selaku Direktur Utama PT KMM sudah ditahan. Sementara MJ dan DP sempat tidak memenuhi panggilan penyidik," ujar Vanny dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).Baca Juga:
MJ diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT SB (Persero) Tbk periode April 2017–April 2019 serta Direktur Keuangan periode April 2019–Maret 2022.
Adapun DP menjabat sebagai Direktur Keuangan PT SB (Persero) Tbk periode April 2017–Mei 2019.
.jpeg)
Keduanya kini ditahan selama 20 hari di Rutan Kelas I Palembang, terhitung sejak 19 Februari hingga 10 Maret 2026.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 34 saksi untuk mengungkap konstruksi perkara.
Penyidik menduga perkara bermula dari kesepakatan antara MJ dan DP bersama DJ selaku Direktur PT KMM untuk menjadikan PT KMM sebagai distributor semen di wilayah Sumatera Selatan.
MJ diduga memerintahkan penerbitan surat dukungan kepada PT KMM guna memperoleh proyek Tol Pematang Panggang–Kayu Agung (PPKA) milik PT WK (Persero) Tbk.
Sementara DP yang juga merangkap Komisaris PT BMU—anak usaha PT SB—diduga mengupayakan pemindahan wilayah operasional agar jaringan distribusi dan gudang semen dapat diserahkan kepada PT KMM.
Pada 27 September 2018, dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Semen antara PT SB (Persero) Tbk dan PT KMM tanpa melalui proses seleksi dan evaluasi sesuai ketentuan internal perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, PT KMM disebut memperoleh fasilitas plafon penebusan semen tanpa jaminan aset. Namun, pembayaran tidak dilakukan sesuai nilai penebusan.
Penyidik menduga MJ dan DP tetap memberikan fasilitas plafon serta reschedule berulang kali agar sistem tetap membuka akses penebusan semen.
Tindakan tersebut diduga melanggar SOP Pemasaran 2018 dan SOP Account Receivable 2019 perusahaan.
Akibat perbuatan itu, PT SB (Persero) Tbk diduga mengalami kerugian sebesar Rp74.375.737.624.
Vanny menegaskan, penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan tersangka baru sesuai hasil pemeriksaan.*
(ad)
JAKARTA Harga emas Antam logam mulia kembali mengalami kenaikan pada Jumat (20/2/2026). Berdasarkan informasi resmi dari Butik Emas Loga
EKONOMI
TAPANULI UTARA Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Perseroda Pertanian menggelar pertemuan koordinasi dengan 37 kelompok tani da
EKONOMI
JAKARTA Indonesia akan mengirim 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza, Palestina, dalam 12 bulan mendatang. Penugasan
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan ultimatum kepada Iran terkait negosiasi nuklir yang telah buntu bertahuntahu
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menanggapi ucapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan enggan melawannya saat hadir d
INTERNASIONAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menyita tiga kantor dan satu ruko milik PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) untuk misi stabilisasi Gaza, Palestina.
INTERNASIONAL
JAKARTA Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak dan PT Jenggala Maritim Nusantara, Muhamad Kerry Adrianto Riza, menyampaikan rasa sakit
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Upaya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan Rp 200 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bankbank BUMN pada 2025 bel
EKONOMI
WASHINGTON DC Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap upaya perdamaian di Gaza, menekankan bahwa solusi d
INTERNASIONAL