Rico Waas Kukuhkan Mantan Pemain PSMS: Saatnya Legenda Bangkitkan Sepak Bola Medan
MEDAN Semangat menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Medan membara di Stadion Kebun Bunga, Minggu 14/6/2026. Wali Kota Medan Rico T
OLAHRAGA
DELI SERDANG – Seorang mantan personel TNI, Indra Utama, 44 tahun, diduga tewas setelah dikeroyok sejumlah petugas pengamanan perkebunan di Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin malam, 2 Maret 2026.
Korban merupakan warga Dusun 14 Krani Lama, Desa Bulu Cina. Informasi meninggalnya Indra pertama kali diterima keluarga pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.
Kepala Dusun 14 Krani Lama, Sudarmanto, mengatakan ia mengetahui kabar tersebut setelah dihubungi kepala desa setempat.Baca Juga:
"Saya tahunya dikabari oleh Bapak Kepala Desa, katanya ada warga yang meninggal di Klinik Asia Medika," ujar Sudarmanto saat ditemui di rumah duka, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Sudarmanto, keluarga menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban, antara lain di bagian wajah dan dada.
Kecurigaan atas penyebab kematian pun muncul. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Hamparan Perak
. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk dilakukan autopsi.
"Ada beberapa lebam-lebam di muka, di bagian dada. Waktu di Polsek, saat dicek pihak kepolisian, ada keluar darah hitam dari mulut. Dari pihak keluarga merasa ada kejanggalan," kata Sudarmanto.
Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga dari saksi, korban diduga dikeroyok sekitar enam orang petugas keamanan perkebunan di wilayah tersebut.
Indra disebut-sebut tertangkap tangan mencuri tandan buah segar kelapa sawit.
"Iya, katanya mencuri sawit. Sampai sekarang pihak keluarga belum tahu berapa yang dicuri, kabarnya empat janjang. Dari saksi itu tampak ada enam orang yang menganiaya. Siapa saja, kami belum tahu pasti, yang jelas pihak keamanan perkebunan," ujarnya.
Sudarmanto membenarkan bahwa Indra merupakan mantan anggota TNI yang diberhentikan sekitar 2014.
Selama ini korban tidak memiliki pekerjaan tetap dan tinggal bersama keluarga. Ia juga telah bercerai dari istrinya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan, Ajun Komisaris Polisi Agus Purnomo, mengatakan pihaknya tengah menyelidiki dugaan pengeroyokan tersebut.
"Pasti kita selidiki," ujar Agus.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.*
(d/ad)
MEDAN Semangat menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Medan membara di Stadion Kebun Bunga, Minggu 14/6/2026. Wali Kota Medan Rico T
OLAHRAGA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memuji kemandirian dan kekuatan Aisyiyah Kota Medan saat menghadiri Milad ke109 sekaligu
POLITIK
DELISERDANG Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, meninjau pengembangan agribisnis aren di Pesan
POLITIK
DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Partai Amanat Nasional PAN ikut mendorong lebih banyak progra
POLITIK
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menyatakan belum membahas usulan menjadikan gula pasir sebagai salah satu komponen dalam program bantuan pangan nasio
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima putusan pengadilan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanue
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI