Rismon pun meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Jokowi dan menjelaskan bahwa penelitiannya murni bertujuan ilmiah dan tidak ada niat politik di baliknya.
"Penelitian ini dilakukan murni berdasarkan rasa ingin tahu sebagai seorang peneliti di bidang digital image processing," ujarnya dalam video yang dipublikasikan di kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026).
Permohonan tersebut diterima setelah Rismon mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas kesimpulan yang keliru dalam penelitiannya.
Pertemuan antara Jokowi dan Rismon berlangsung di kediaman Presiden di Surakarta pada Kamis (12/3/2026).
Jokowi, melalui kuasa hukumnya, Rivai Kusumanegara, menyatakan bahwa proses administrasi untuk pemberian keadilan restoratif kepada Rismon tengah dipersiapkan.
Pemberkasan ini diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari mendatang.
Meski memilih rehat dari perbincangan publik terkait polemik ijazahJokowi, Dokter Tifa tetap memantau perkembangan isu ini, meski dengan jarak.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya memilih untuk lebih fokus pada kegiatan ibadah dan hidup pribadi di bulan Ramadan, sementara isu tersebut berkembang di luar dirinya.
"Kita semua memiliki hak untuk memilih bagaimana merespons situasi yang ada. Saat ini, saya memilih untuk rehat sejenak, tapi saya akan tetap mengikuti dari kejauhan," jelasnya.*