BANDA ACEH — Relawan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), David Pajung, memberikan apresiasi kepada Rismon Sianipar yang telah meminta maaf atas tuduhan ijazah palsu terhadap Jokowi.
Menurut David, langkah Rismon untuk mengakui kesalahannya merupakan sikap yang patut dihargai.
Dalam acara Rakyat Bersuara yang disiarkan di iNews pada Selasa (17/3/2026), David mengungkapkan, "Seharusnya kita tetap justru memberikan apresiasi ke saudara Rismon yang menyadari kekeliruan dan kesalahannya."
Menurutnya, tindakan Rismon yang berani mengakui kesalahan adalah langkah positif dan menunjukkan keberanian untuk kembali ke jalan yang benar.
David juga menilai bahwa Jokowi telah menunjukkan sikap yang sangat besar hati dengan menerima permintaan maaf dari Rismon, meskipun sebelumnya Rismon membuat kegaduhan terkait tuduhan ijazah palsu.
"Beliau adalah orang yang berjiwa besar. Betapa dinistakannya luar biasa seorang Pak Jokowi, mantan presiden, dengan berbagai macam opini, beliau masih membukakan pintu hati dan pintu rumah untuk memberi maaf kepada Rismon," kata David.
Pernyataan David ini menyoroti pentingnya upaya restorative justice yang diprakarsai oleh Rismon, yang dilihatnya sebagai upaya untuk memperbaiki situasi dan kembali ke jalur yang benar.
Sebelumnya, Rismon telah meminta maaf secara resmi kepada Jokowi, yang diterima langsung oleh Jokowi di Solo pada 12 Maret 2026.
Jokowi sendiri mengonfirmasi pertemuan tersebut dan menyatakan bahwa urusan restorative justice akan diserahkan kepada penasihat hukum beliau.
Di sisi lain, Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan, juga menilai langkah Rismon untuk kembali ke jalan yang benar sebagai hal yang positif.
Ade mengungkapkan bahwa meski penelitian yang dilakukan oleh Rismon dalam buku Jokowi's White Paper terkait ijazahJokowi memiliki kekurangan pada data primernya, ia tetap menghargai upaya Rismon untuk mengoreksi kesalahan tersebut.
"Ketika kita berbicara penelitian terus ditemukan bahwa ada hasil yang berbeda dan dia berbalik arah kembali ke jalan yang benar, saya rasa kenapa kita harus pusing?" ujar Ade.