Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mabes TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Yusri Nuryanto, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, pada Rabu (18/3/2026). (foto: Ist/BITV))
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Namun, ia masih akan menjalani tindakan medis lebih lanjut, termasuk kemungkinan rekonstruksi jaringan untuk memulihkan penglihatan dan fungsi tubuh lainnya.
Insiden penyiraman air keras ini terjadi setelah Andrie Yunus selesai merekam podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Kamis malam.
Andrie disiram air keras oleh orang tak dikenal, yang langsung melarikan diri setelahnya.
Kasus ini langsung menuai perhatian publik, terutama mengingat Andrie Yunus merupakan aktivis yang vokal dalam menyuarakan hak-hak korban pelanggaran HAM.
Penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan oleh pihak kepolisian militer, dan meskipun pelaku telah ditangkap, motif di balik aksi keji ini masih dalam proses pendalaman.
Pihak berwenang memastikan akan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran hukum yang lebih besar terkait insiden tersebut.
Seiring dengan terungkapnya kasus ini, banyak pihak mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap Andrie Yunus, yang dianggap sebagai upaya untuk membungkam suara kritis terhadap pemerintah dan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat.
Dukungan terhadap Andrie terus mengalir, baik dari kalangan masyarakat sipil maupun dari institusi internasional.
Kondisi Andrie yang stabil namun masih memerlukan perawatan medis intensif mengundang perhatian luas, dan banyak yang berharap agar insiden serupa tidak terulang lagi di masa depan.*