Baliho Ultah Jokowi Dipertanyakan, LP3HI: Pakai Duit Rakyat atau Bukan?
SOLO Pelapor dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun ke65 Presiden ke7 RI Joko Widodo atau J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, membantah tuduhan menerima gratifikasi dan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Nurhadi menegaskan dakwaan jaksa tidak terbukti selama persidangan dan siap menanggung azab Allah jika berdusta.
"Sepanjang persidangan ini, jaksa tidak dapat membuktikan dakwaannya. Sebaliknya, saya telah melakukan pembuktian terbalik terhadap harta yang saya miliki dan sumbernya," ujar Nurhadi, Sabtu (28/3/2026).Baca Juga:
Nurhadi bahkan menawarkan mubahalah, atau sumpah dua pihak yang berselisih, sesuai keyakinan agama.
"Apabila benar saya telah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan, maka saya siap menanggung segala akibatnya, termasuk azab dan laknat Allah," tegasnya.
Kuasa hukum Nurhadi, Muhammad Rudjito, menilai tim jaksa gagal membuktikan dakwaan.
Ia menyebut dakwaan jaksa cenderung asumtif dan halusinatif, karena tidak didukung keterangan saksi yang valid.
Menurut Rudjito, semua saksi yang dihadirkan jaksa menyatakan tidak pernah memberi gratifikasi kepada Nurhadi.
Sebelumnya, jaksa menuntut Nurhadi 7 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 140 hari kurungan, serta uang pengganti Rp137,1 miliar subsider tiga tahun penjara.
Dalam dakwaannya, jaksa menuduh Nurhadi menerima gratifikasi hingga Rp137 miliar dari pihak yang berperkara di berbagai tingkat pengadilan dan melakukan TPPU dengan menempatkan serta membelanjakan uang hasil tindak pidana korupsi.
Persidangan kasus Nurhadi menjadi sorotan publik karena melibatkan dugaan korupsi besar di lembaga peradilan tertinggi Indonesia.*
(in/dh)
SOLO Pelapor dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun ke65 Presiden ke7 RI Joko Widodo atau J
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan permintaan maaf kepada para pelajar yang menjadi korban dugaan keracunan setel
PERISTIWA
OlehEben E. SiadariPRABOWO pernah berkata, ia tidak suka membaca pidato resmi. Ia bahkan pernah berkelakar, bukan hanya hadirin yang bosan
OPINI
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus
PERISTIWA
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan pada akhir pekan ini, Sabtu, 15 Agustus 2026, bergerak fluktuatif. Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali mengalami kenaikan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemantau
EKONOMI
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah tipis sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 1014 Agustus 20
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto membuka wacana pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengusut pengurus dan jajaran direksi badan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.
PERISTIWA