Meski demikian, pihaknya berharap angka tersebut dapat menurun pada survei berikutnya.
"Sumut sampai sekarang masih tertinggi secara nasional. Semoga pada survei berikutnya angkanya bisa menurun," katanya.
Dalam penanganan kasus narkotika, BNNSumut mengakui masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran operasional.
"Jumlah personel kami hanya sekitar 130 orang dengan anggaran yang sangat minim," ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba, termasuk rencana bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Kami bersyukur memiliki kepala daerah yang peduli," kata Tatar.*