Kapolri Respons Ancaman Aksi Reformasi Jilid II dari BEM SI
JAKARTA Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengimbau mahasiswa agar tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi di ruan
NASIONAL
JAKARTA –Agus Salim, korban penyiraman air keras, memenuhi panggilan polisi di Polda Metro Jaya pada hari ini, Jumat (1/11). Dalam kesempatan ini, Agus didampingi oleh istrinya dan pengacara ternama, Farhat Abbas. Kedatangan Agus merupakan bagian dari proses pemeriksaan pertama terkait laporannya terhadap YouTuber Pratiwi Noviyanthi yang diduga melakukan pencemaran nama baik.
Farhat Abbas menjelaskan bahwa pemeriksaan ini adalah langkah awal dalam menuntut keadilan bagi Agus. “Hari ini adalah pemeriksaan pertama Agus terkait pencemaran nama baik,” ungkap Farhat. Ia menambahkan bahwa mereka membawa barang bukti yang akan diserahkan kepada penyidik, meskipun belum merinci isi dari barang bukti tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi, menyatakan bahwa Agus Salim telah menerima undangan klarifikasi untuk proses ini. “Pelapor akan dilakukan klarifikasi, dan undangannya sudah dikirimkan,” katanya.
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama setelah Agus melaporkan Pratiwi Noviyanthi terkait dugaan penyalahgunaan dana donasi yang berhasil dihimpun untuk pengobatan Agus. Donasi tersebut, yang mencapai Rp1,5 miliar, awalnya dianggap sebagai upaya solidaritas dari netizen. Namun, Pratiwi mengungkapkan bahwa terdapat aliran dana yang mencurigakan ke beberapa pihak yang tidak ada hubungannya dengan pengobatan Agus.
Pratiwi, yang merupakan mantan pramugari, beranggapan bahwa uang donasi adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Ia bahkan memposting bukti mutasi rekening Agus yang menunjukkan aliran dana ke nama-nama kerabatnya, yang tidak memiliki kaitan dengan pengobatan. Tindakan ini memicu kemarahan netizen, yang kemudian mengecam Agus dan keluarganya.
Menanggapi berbagai tuduhan dan hujatan yang diterima, Agus Salim merasa perlu mengambil langkah hukum. “Donasi adalah hak saya, tetapi mengapa harus dialihkan ke rekening yayasan milik Novi?” keluhnya. Bersama Farhat Abbas, Agus akhirnya melaporkan Pratiwi ke pihak kepolisian, berharap agar semua tuduhan dapat dibuktikan dan diproses secara hukum.
Dalam konteks ini, publik menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini, mengingat dampak yang ditimbulkan baik bagi Agus Salim maupun Pratiwi Noviyanthi. Penegakan hukum dalam kasus ini diharapkan dapat memberikan keadilan serta transparansi terkait penggunaan dana donasi yang telah diterima.
Kisah ini menyita perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, di mana netizen saling berdebat mengenai kebenaran dan keadilan dalam pengelolaan dana donasi yang melibatkan dua tokoh ini.
Sebagai penutup, Agus Salim berharap agar kasus ini segera terungkap dan mendapatkan penyelesaian yang adil. “Saya ingin agar semua orang tahu tentang kebenaran yang sebenarnya,” tutupnya.
(N/014)
JAKARTA Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengimbau mahasiswa agar tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi di ruan
NASIONAL
JAKARTA Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kenaikan harga Pertamax bukan disebabkan oleh me
EKONOMI
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan keluhan dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI saat pembahasan a
NASIONAL
MEDAN Semangat untuk menghidupkan kembali kejayaan PSMS Medan kembali menguat setelah jajaran legenda dan keluarga besar mantan pemain klu
OLAHRAGA
JAKARTA Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026 resmi dibuka di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2026). Festival ini
ENTERTAINMENT
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun pada 2026 untuk mendukung pelaksanaan Program Hasil
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menilai vonis terhadap empat prajurit TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Ko
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap lima aparatur sipil negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam operasi tangkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, membantah keras tudingan keterlibatan dirinya dalam pengadaan di Badan Gizi Nasional (B
HUKUM DAN KRIMINAL
LAMPUNG Presiden Prabowo Subianto menceritakan alasan di balik keputusannya maju sebagai kepala negara. Ia menyebut dorongan tersebut munc
POLITIK