BREAKING NEWS
Sabtu, 02 Mei 2026

Polisi Buru Aktor Intelektual di Balik Dugaan Rusuh Demo May Day di Jakarta

Adam - Sabtu, 02 Mei 2026 12:15 WIB
Polisi Buru Aktor Intelektual di Balik Dugaan Rusuh Demo May Day di Jakarta
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Kepolisian masih mendalami pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik rencana aksi anarkis dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Jakarta.

Sebelumnya, aparat kepolisian mengamankan 101 orang yang diduga akan terlibat dalam aksi tersebut. Saat ini, penyelidikan difokuskan pada pihak yang diduga sebagai dalang serta pendana kegiatan.

"Masih dalam pendalaman ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga:

Polisi juga menelusuri dugaan adanya aliran dana yang digunakan untuk menggerakkan massa di lapangan. Dari hasil penindakan, ditemukan sejumlah uang yang diduga akan dibagikan kepada peserta aksi oleh koordinator lapangan.

Meski demikian, seluruh 101 orang yang sempat diamankan telah dipulangkan ke keluarga masing-masing setelah menjalani pemeriksaan intensif.

"Semalam 101 orang tersebut sudah pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput keluarga dan pendampingan dari LBH Jakarta," ujarnya.

Polda Metro Jaya menegaskan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan rencana aksi anarkis tersebut.*

(oz/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bocah 4 Tahun di Rohil Tewas Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Polisi Selidiki Intensif
Diduga Hendak Rusuh Saat May Day, 101 Orang Diamankan Polda Metro Jaya
5 Ribu Buruh Bakal Geruduk DPR saat May Day 2026, Aparat Siagakan Puluhan Ribu Personel
Ferdinand Hutahaean Sebut Laporan terhadap Jusuf Kalla ke Polisi Ditunggangi Kepentingan Politik, Singgung Arah Elektoral
Polres Tanjab Timur Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Pastikan Personel Siap Hadapi Musim Kemarau
Narasi Kasus Chromebook di Medsos Disorot, Pengamat: Opini Tak Bisa Kalahkan Fakta Sidang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru