Prabowo: Kampus Harus Jadi Tempat Adu Gagasan, Bukan Arena Pertentangan
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan,
PENDIDIKAN
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan pada awal 2025 masih menghadapi persoalan serius terkait keamanan pangan.
Sejumlah kasus dugaan keracunan siswa yang mengonsumsi makanan dari program tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap standar pengelolaan makanan di lapangan.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Prof. Dr. Dede Anwar Musadad, menilai terdapat titik-titik kritis atau critical control points (CCP) dalam seluruh rantai penyelenggaraan MBG yang harus diawasi ketat untuk mencegah risiko kesehatan.Baca Juga:
"Setiap pihak yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko, baik dari bahan, peralatan, maupun lingkungan," ujar Dede, dari situs BRIN, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, potensi kontaminasi pangan dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari faktor fisik, biologis, kimia, hingga alergen.
Sejumlah patogen yang kerap ditemukan dalam kasus keracunan pangan antara lain Escherichia coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus.
Menurut Dede, terdapat delapan tahapan penting dalam pengolahan pangan, namun risiko tertinggi terjadi pada proses memasak, penyimpanan makanan matang, serta lamanya waktu antara produksi dan konsumsi.
"Produksi sajian MBG dalam jumlah besar dengan proses yang panjang juga meningkatkan potensi kontaminasi," kata dia.
Ia menilai, standar operasional program MBG saat ini masih belum seragam karena program masih dalam tahap pengembangan.
Kondisi itu membuat penguatan sistem pengawasan menjadi mendesak.
Selain itu, aspek sanitasi seperti ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah, serta higiene perorangan juga dinilai berperan penting dalam mencegah kontaminasi makanan.
Peneliti BRIN lainnya, Joko Irianto, menambahkan bahwa pengawasan kualitas bahan baku, proses penyimpanan, hingga penyajian harus dilakukan secara terintegrasi.
"Pengawasan kualitas bahan, penyimpanan yang benar, pengolahan yang higienis, serta penyajian yang aman merupakan satu kesatuan untuk mencegah kontaminasi," ujar Joko.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan bahan makanan, baik secara visual maupun melalui uji laboratorium, untuk memastikan keamanan konsumsi.
Penggunaan sistem first in first out (FIFO) dalam penyimpanan juga dinilai penting untuk mencegah pembusukan.
Selain itu, tenaga pengolah makanan disebut perlu memiliki sertifikasi serta menerapkan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dalam proses produksi makanan.
"Penguatan kompetensi tenaga dan standarisasi fasilitas pengolahan pangan menjadi langkah penting agar program MBG berjalan aman dan berkelanjutan," kata Joko.*
(km/ad)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan,
PENDIDIKAN
ACEH BESAR Kecamatan Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar, kembali menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang banyak dikunjungi wisataw
PARIWISATA
JAKARTA Kabar gembira bagi para pemain FC Mobile. EA Sports kembali membagikan sederet kode redeem terbaru yang dapat ditukarkan dengan
ENTERTAINMENT
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 200 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian d
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (A
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya membuka ruang seluasluasnya bagi seluruh masyarakat untuk menyampaikan gag
NASIONAL
MEDAN Tabuhan gendang pakpung yang berpadu dengan petikan gambus Melayu yang dimainkan langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Austria dan Aljazair menjadi dua tim terakhir yang memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kepastian itu diperoleh
OLAHRAGA
DALLAS Timnas Argentina memastikan diri melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup J setelah mengalahkan Yordani
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Penyelundupan Polri mencatat keberhasilan menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara h
HUKUM DAN KRIMINAL