RUU Perampasan Aset: Komisi III DPR Mulai Penyusunan Naskah Akademik
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset.
POLITIK
BOGOR -Sidang perdana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan selebriti Armor Toreador (25) dan istrinya, Cut Intan Nabila (23), berlangsung di Pengadilan Negeri Cibinong Jl. Tegar Beriman, Pakansari, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat hari ini. Sidang ini diadakan secara tertutup untuk umum, dan menarik perhatian banyak pihak terkait isu kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia.
Setibanya di ruang sidang, Armor mengenakan baju tahanan berwarna merah dan terlihat tenang. Ia memilih untuk diam saat memasuki ruang sidang, di mana Cut Intan juga hadir untuk memberikan kesaksian. Momen tersebut menjadi sorotan, mengingat kasus ini bukan hanya tentang kehidupan pribadi mereka, tetapi juga mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak wanita dalam situasi serupa.
Dalam pernyataan sebelumnya, Armor telah meminta maaf atas perbuatannya dan menunjukkan kesediaan untuk menerima konsekuensi dari tindakannya. “Dari ditetapkan sebagai tersangka, saya tidak pernah mengajukan restorative justice atau praperadilan. Karena insyaallah saya ikhlas menerima konsekuensi apa yang telah saya perbuat,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran Armor akan kesalahan yang dilakukan dan tanggung jawab yang harus dipikulnya.
Kasus ini menjerat Armor dengan pasal berlapis. Selain Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), ia juga dijerat dengan UU Perlindungan Anak dan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai penganiayaan. Ini menunjukkan betapa seriusnya tuduhan yang dihadapi oleh selebriti yang dikenal publik ini.
Seiring dengan berlangsungnya sidang, publik dan berbagai lembaga sosial terus mengawasi perkembangan kasus ini. Isu KDRT menjadi perhatian serius di Indonesia, dengan banyak korban yang mengalami kesulitan untuk melaporkan dan mendapatkan keadilan. Kasus Armor Toreador menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan kesadaran akan kekerasan dalam rumah tangga dan perlunya sistem hukum yang lebih baik dalam melindungi korban.
Masyarakat berharap sidang ini dapat menjadi awal dari upaya yang lebih besar untuk menangani isu KDRT, serta mendukung korban agar berani berbicara dan melaporkan tindakan kekerasan yang mereka alami. Seiring berjalannya waktu, diharapkan akan ada langkah-langkah konkret yang diambil untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.
Sidang berikutnya akan dijadwalkan dalam waktu dekat, di mana lebih banyak bukti dan kesaksian diharapkan akan terungkap. Kini, perhatian tertuju pada proses hukum yang sedang berlangsung, serta bagaimana sistem peradilan akan menangani kasus ini agar keadilan dapat ditegakkan.
(N/014)
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset.
POLITIK
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk memperkuat regulasi dan perlindungan terhadap sopir transportasi konv
PEMERINTAHAN
BATAM Fandi Ramadhan, Anak Buah Kapal (ABK) asal Belawan, Medan, yang menjadi terdakwa dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu, membacakan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan industri otomotif nasional telah memiliki kapasitas untuk memprodu
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan bahwa pihaknya membuka kemungkinan untuk mengundang partai
POLITIK
MANDAILING NATAL Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Warung Kopi Madina menggelar acara syukuran sekaligus buka puasa bersama masyarak
NASIONAL
DENPASAR Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait penambahan 3.000 hingga 10.000 unit ta
PEMERINTAHAN
BATUBARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara pemerint
PEMERINTAHAN
DENPASAR Dugaan tindak pidana penipuan melalui media elektronik terkait event lari bertajuk Multikultural Run resmi dilaporkan ke Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNG BALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri acara pemberian santunan anak Yatim sekaligus peresmian The Yat
PENDIDIKAN