Panpel Pastikan Stadion Teladan Medan Venue Piala AFF U-19 2026 Tanpa Penonton
MEDAN Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala AFF U19 Sumut, Andi Atmoko Panggabean memastikan, Stadion Teladan Medan digunakan sebagai sa
OLAHRAGA
SURABAYA -Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur terkait dugaan suap dalam vonis bebas Ronald Tannur, terduga pembunuh Dini Sera Afrianti. Ketiga hakim tersebut, yang kini ditahan di Kejati Jatim, adalah Erintuah Damanik, Mangapul, dan Heru Hanindyo.
Dalam rilis yang diterima media, foto-foto yang menunjukkan ketiga hakim tersebut telah beredar luas. Mereka tampak mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, diborgol, dan digiring petugas kejaksaan dari ruang penyidik menuju ruang tahanan. Gambar-gambar tersebut diambil pada malam hari, Rabu (23/10/2024), dan menunjukkan suasana tegang pasca penangkapan.
Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati, menjelaskan bahwa ketiga hakim itu masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait proses hukum selanjutnya. “Ruang tahanan kami sudah memadai, dengan kapasitas 90 orang. Saat ini, sudah ada 43 tahanan, jadi masih cukup luas untuk menampung mereka,” ujar Mia,
Dia juga menambahkan bahwa akan ada prosedur operasi standar (SOP) yang diterapkan selama ketiga hakim tersebut ditahan. “Sesuai SOP, mereka akan masuk ke ruang isolasi terlebih dahulu,” jelas Mia. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan kesehatan mental para tahanan di dalam penjara.
Penangkapan ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum di Indonesia. Ronald Tannur sebelumnya divonis bebas oleh majelis hakim yang kini terjerat dalam kasus suap ini. Kasus ini menuai perhatian publik, terutama mengingat betapa seriusnya tuduhan yang dihadapi oleh para hakim yang seharusnya menjadi pelindung keadilan.
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan melakukan investigasi mendalam terkait praktik korupsi di tubuh pengadilan. “Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum,” tegas Mia.
Kejadian ini menggugah keprihatinan banyak pihak, terutama masyarakat yang menuntut transparansi dan integritas dalam proses hukum. Para hakim yang terlibat diharapkan segera menghadapi proses hukum yang adil dan transparan, agar kepercayaan publik terhadap sistem peradilan dapat dipulihkan.
Sementara itu, proses hukum terhadap Ronald Tannur juga masih menjadi sorotan. Masyarakat berharap agar keadilan dapat ditegakkan, baik untuk korban maupun pelaku, tanpa adanya intervensi atau praktik suap di pengadilan.
Dengan kasus ini, diharapkan akan ada perubahan signifikan dalam penegakan hukum di Indonesia, khususnya dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan aparat hukum.
(N/014)
MEDAN Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala AFF U19 Sumut, Andi Atmoko Panggabean memastikan, Stadion Teladan Medan digunakan sebagai sa
OLAHRAGA
MEDAN Sebanyak 23 tim skuad Thailand yang akan berlaga pada Piala AFF U19/ASEAN U19 Boys Championship 2026, 114 Juni 2026, menjalani se
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah resmi memulai masa transisi kebijakan ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas sumber daya alam strategis melalui P
EKONOMI
JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai eksportir tunggal komodi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyatakan rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo untuk berkeliling Indonesia mulai Juni 2026
POLITIK
JAKARTA Ulama kharismatik Indonesia, Said Aqil Siroj, mengingatkan pentingnya menjaga diri dari dorongan hawa nafsu yang dinilai menjadi
AGAMA
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa peserta Program Magang Nasional atau MagangHub dapat memperoleh sertifikasi k
NASIONAL
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, membantu proses pemulangan jenazah seorang warga Kabupaten Pidie yang meninggal dunia di Mal
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan jumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah lolos verifikasi secara nasional
NASIONAL
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan
NASIONAL