BREAKING NEWS
Sabtu, 25 Juli 2026

Pelajar Tewas Ditembak saat Tawuran di Medan, Polisi Akui Penyelidikan Masih Terkendala

Adelia Syafitri - Jumat, 24 Juli 2026 09:33 WIB
Pelajar Tewas Ditembak saat Tawuran di Medan, Polisi Akui Penyelidikan Masih Terkendala
ilustrasi - Kasus tewasnya seorang pelajar berinisial Daffa Al Bukhari (17) yang diduga tertembak saat terjadi tawuran di kawasan Jalan Tol dekat PT Agro Raya, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, masih dalam proses penyelidikan. (Foto
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Kasus tewasnya seorang pelajar berinisial Daffa Al Bukhari (17) yang diduga tertembak saat terjadi tawuran di kawasan Jalan Tol dekat PT Agro Raya, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, masih dalam proses penyelidikan. Hingga kini, polisi mengaku belum berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku penembakan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi, mengatakan pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala dalam mengungkap kasus yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) dini hari tersebut.

"Pelaku penembakan hingga saat ini masih belum tertangkap," ujar Hamzar saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, salah satu hambatan utama dalam proses penyelidikan adalah minimnya keterangan dari pihak keluarga korban. Ibu korban diketahui memilih melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumatera Utara dan tidak membuat laporan di Polsek Medan Labuhan.

Hamzar mengungkapkan, personel kepolisian sebenarnya telah mendatangi kediaman keluarga korban untuk membantu proses pelaporan. Namun upaya tersebut tidak mendapat respons yang diharapkan sehingga berdampak pada proses penyelidikan.

Selain itu, polisi juga menyoroti kurangnya dukungan dari masyarakat dalam membantu mengungkap kasus tawuran. Menurut Hamzar, tidak sedikit pelaku tawuran yang justru mendapat perlindungan dari lingkungan sekitar sehingga menyulitkan aparat saat melakukan penindakan.

Ia menilai maraknya aksi tawuran remaja tidak dapat ditangani hanya oleh aparat penegak hukum. Peran orang tua, tokoh masyarakat, serta pemerintah setempat dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang.

"Penanganan tawuran harus menjadi tanggung jawab bersama. Dibutuhkan keterlibatan orang tua, kepala lingkungan, lurah, camat, hingga masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak," katanya.

Hamzar juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak, terutama saat keluar rumah pada malam hari. Ia menyayangkan masih adanya orang tua yang membiarkan anak membawa senjata tajam tanpa memberikan teguran.

Menurutnya, lemahnya pengawasan keluarga ditambah pengaruh konten kekerasan di media sosial menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya aksi tawuran di kalangan remaja.

Dalam peristiwa tersebut, seorang warga berinisial JS yang berupaya membubarkan tawuran juga mengalami luka ringan akibat terkena serangan. Namun, saat dimintai keterangan, saksi mengaku tidak mengetahui identitas maupun asal kelompok para pelaku tawuran.

Polisi memastikan penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap pelaku penembakan yang menyebabkan seorang pelajar kehilangan nyawa.* (tm/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polres Binjai Kampanyekan Gerakan Stop Tawuran, Kapolres: Jangan Rusak Masa Depan! Pilih Damai, Pilih Prestasi!
Kapolres Pelabuhan Belawan Berganti, Wakil Wali Kota Medan Ajak Kapolres Baru Perkuat Sinergi Wujudkan Belawan Aman
Ibu Terdakwa Kasus Tawuran Belawan Menangis Minta Keadilan: Tolong Pak Presiden, Bantu Anak Saya
Tawuran Geng Motor Berujung Maut di Patumbak! Remaja Ditemukan Tak Bernyawa di Parit, Enam Pelaku Ditangkap
Lagi Dan Lagi !!!Aksi Brutal Remaja di Batu Bara, Tawuran Kembali Terjadi di Depan Sekolah Dasar
Cegah Tawuran dan Gangguan Kamtibmas, Kecamatan Tanjung Tiram Gelar Rapat Koordinasi Keamanan di Desa Suka Maju
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru