BREAKING NEWS
Sabtu, 25 Juli 2026

Ibu Daffa Bawa Dua Saksi ke Polda Sumut, Berharap Kasus Penembakan Putranya Segera Terungkap

Dharma - Sabtu, 25 Juli 2026 13:52 WIB
Ibu Daffa Bawa Dua Saksi ke Polda Sumut, Berharap Kasus Penembakan Putranya Segera Terungkap
Gedung Polda Sumatera Utara. (Foto: ANTARA/Aris Rinaldi Nasution)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Seorang guru sekolah dasar (SD), Ika Indah Sari (38), kembali mendatangi Markas Polda Sumatera Utara dengan membawa dua orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa tewasnya putra sulungnya, Daffa Al-Bukhari (17), yang meninggal dunia akibat luka tembak di bagian mata kiri.

Kedatangan warga Kecamatan Medan Labuhan itu bertujuan memberikan tambahan keterangan kepada penyidik guna membantu mengungkap pelaku di balik kematian anaknya. Kedua saksi yang merupakan rekan korban menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut selama kurang lebih tiga setengah jam.

Ika berharap keterangan dari para saksi dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap fakta di balik kematian Daffa serta menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga:

"Saya berharap dari keterangan dua saksi ini kasus anak saya bisa segera terungkap dan pelakunya ditangkap," ujar Ika, Sabtu (25/7/2026).

Sebelumnya, Ika juga telah membuat laporan resmi ke Polda Sumut karena tidak menerima kematian putra sulungnya yang dinilai sangat tragis. Saat itu ia datang didampingi suami dan keluarganya untuk meminta keadilan atas peristiwa yang merenggut nyawa anaknya.

Daffa Al-Bukhari diketahui meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026) dini hari. Korban mengalami luka tembak di mata sebelah kiri serta sejumlah luka di bagian kepala dan tubuh lainnya.

Menurut penuturan Ika, ia mengetahui kabar tersebut setelah beberapa teman anaknya datang ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB dan mengabarkan bahwa Daffa mengalami kecelakaan hingga kepalanya terluka. Namun, saat tiba di rumah sakit, korban telah dinyatakan meninggal dunia.

Dari informasi yang diperoleh keluarga, sebelum kejadian Daffa bersama sejumlah rekannya melintas di kawasan terowongan Jalan Tol, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Mereka disebut sempat berhenti karena melihat adanya bentrokan yang diduga melibatkan dua kelompok organisasi masyarakat.

Tak lama berselang, terdengar suara tembakan dan Daffa tiba-tiba terjatuh dengan kondisi wajah berlumuran darah. Rekan-rekannya kemudian berupaya mengevakuasi korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Hingga kini, Polda Sumatera Utara masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan serta memastikan kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan tewasnya pelajar tersebut.* (tm/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru