Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
MEDAN – Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial BI alias Zilla (34), warga Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.
Pria tersebut diduga memproduksi sekaligus memperjualbelikan konten pornografi yang diperankannya sendiri melalui aplikasi MiChat.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan penangkapan dilakukan dalam rangka Operasi Pekat yang digelar untuk memberantas berbagai penyakit masyarakat.Baca Juga:
Menurut Jean, salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik penjualan konten pornografi melalui media digital.
"Salah satu kasus menonjol yang diungkap yakni kasus pornografi gay. Tersangka menjual konten video mesum melalui aplikasi MiChat seharga Rp 50.000," ujar Kombes Pol Jean Calvijn, Rabu (5/8).
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Rizky Lubis menjelaskan, tersangka ditangkap pada Selasa (14/7) sekitar pukul 17.00 WIB di rumah kosnya di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas penyebaran konten pornografi melalui aplikasi percakapan.
"Berdasarkan informasi yang digali dari masyarakat, diperoleh petunjuk mengenai adanya aktivitas pornografi sesama jenis. Kemudian Tim Opsnal Unit VI PPA Satreskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap Tersangka BI di rumah kosnya," jelasnya.
Saat diamankan, polisi mendapati tersangka berada di dalam kamar kos.
"Tersangka BI melakukan dugaan tindak pidana memproduksi dan memperjualbelikan video muatan pornografi. Di mana video itu tersangka juga yang menjadi pemerannya," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga tersangka telah beberapa kali membuat dan menjual konten tersebut.
Video diduga dipasarkan dengan harga Rp50.000 untuk setiap paket yang berisi empat video.
Menurut Adrian, awalnya tersangka menawarkan jasa layanan seksual melalui aplikasi MiChat.
Aktivitas tersebut kemudian direkam dan disimpan sebagai koleksi pribadi sebelum akhirnya diperjualbelikan.
"Awalnya tersangka membuka jasa layanan seksual di aplikasi MiChat untuk melakukan hubungan seksual. Lalu tersangka BI merekam dan mengkoleksi video-video tersebut," urainya.
Polisi menduga alasan ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong tersangka menjual rekaman tersebut.
"Tak hanya itu, tersangka BI hanya menerima tamu yang berjenis kelamin laki laki dan tidak menerima tamu berjenis kelamin perempuan," paparnya.
Saat ini, Polrestabes Medan masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya penyebaran konten kepada pembeli lain maupun pihak yang terlibat dalam praktik tersebut.* (cn/ad)
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA