BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Polisi Dalami Temuan 995 Senjata di Yayasan Sekolah Jaksel, Diduga Ada Ruangan Mirip Bunker

Nurul - Jumat, 07 Agustus 2026 10:35 WIB
Polisi Dalami Temuan 995 Senjata di Yayasan Sekolah Jaksel, Diduga Ada Ruangan Mirip Bunker
Penampakan 995 senjata api dan amunisi ditemukan di ruangan kepala yayasan sekolah di Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Polres Metro Jakarta Selatan terus menyelidiki temuan ratusan senjata di salah satu yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Selain menyita berbagai barang yang ditemukan di lokasi, polisi juga akan mendalami keberadaan sebuah ruangan yang disebut menyerupai bunker dan hingga kini masih terkunci.

Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengatakan temuan tersebut bermula saat pengurus yayasan membuka ruangan mantan ketua yayasan pada 10 hingga 11 Juli 2026 yang sebelumnya lama tidak digunakan. Ruangan itu rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah.

"Dari hasil pembukaan ruangan tersebut ditemukan sekitar 995 pucuk senjata, termasuk berbagai perlengkapan dan amunisi," ujar Hermawanto, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, proses pemeriksaan berlanjut pada Rabu (5/8) malam ketika pihak yayasan kembali membuka ruangan lain. Dalam pemeriksaan itu ditemukan sejumlah barang tambahan yang kemudian diserahkan kepada aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Barang-barang yang ditemukan di antaranya empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, amunisi dengan berbagai kaliber, sejumlah unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru, hingga buku panduan pembuatan amunisi.

Selain perlengkapan senjata, pihak yayasan mengaku menemukan barang yang diduga narkotika serta keping cakram bermuatan pornografi di lokasi.

Hermawanto juga mengungkapkan masih terdapat satu ruangan yang menyerupai bunker dan belum berhasil dibuka karena seluruh aksesnya masih terkunci. Pihak yayasan meminta kepolisian membuka ruangan tersebut untuk memastikan tidak ada barang lain yang berpotensi membahayakan.

"Kami meminta aparat membantu membuka ruangan itu agar seluruh isi di dalamnya dapat dipastikan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari," katanya.

Ia menambahkan, mantan Ketua Yayasan telah diberhentikan pada April 2026. Menurutnya, setelah tidak lagi menjabat, yang bersangkutan membawa kunci sejumlah ruangan di lingkungan sekolah sehingga pengurus yayasan tidak memiliki akses untuk membukanya.

Sementara itu, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, berharap kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut mengingat barang yang ditemukan berkaitan dengan aspek keamanan.

"Senjata yang disimpan di lingkungan sekolah tentu menjadi perhatian serius karena dapat membahayakan siswa maupun tenaga pendidik apabila disalahgunakan," ujarnya.

Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan telah menerima laporan masyarakat terkait temuan senjata di yayasan sekolah tersebut. Polisi menyatakan barang yang ditemukan terdiri dari air gun dan senjata api yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru