1.147 Paspampres Disiagakan Jelang HUT RI ke-81, Alutsista Turut Disiapkan
JAKARTA Sebanyak 1.147 personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) disiapkan untuk mengamankan rangkaian peringatan HUT ke81 Kemerd
NASIONAL
BINJAI – Polisi menangkap seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berprofesi sebagai bidan berinisial SS (55) bersama anaknya, RD (31). Keduanya diamankan terkait kasus penemuan mayat bayi laki-laki di tumpukan sampah di Jalan Aiptu Radiman, Kecamatan Binjai Kota, Binjai, Sumatera Utara.
Mayat bayi tersebut ditemukan warga pada Minggu (26/7/2026) sore. Bayi ditemukan berada di dalam kantong plastik di lokasi pembuangan sampah di pinggir sungai. Saat ditemukan, kondisi bayi sudah meninggal dunia dan tali pusarnya masih belum terputus.
Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hotdiatur Purba mengatakan polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan penemuan jasad bayi tersebut. Penyidik kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.Baca Juga:
Dari penelusuran CCTV, polisi mendapatkan sejumlah petunjuk yang mengarah kepada orang yang diduga terlibat dalam pembuangan jasad bayi tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan para terduga pelaku.
Pada Jumat (31/7/2026) pagi, polisi mendapatkan informasi mengenai keberadaan kedua terduga pelaku. Petugas kemudian mendatangi sebuah rumah di Jalan Samanhudi, Kecamatan Binjai Selatan, dan menangkap SS serta RD.
"Kami mendapatkan informasi orang yang diduga membuang (bayi) itu. Kami kejar dan kami tangkap," kata Hotdiatur saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Setelah diamankan, keduanya dibawa ke Polres Binjai untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami motif serta keterangan yang disampaikan kedua terduga pelaku.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga SS yang berprofesi sebagai bidan membantu proses persalinan orang tua bayi tersebut di tempat praktik yang juga merupakan rumahnya. Sementara RD diduga berperan membuang jasad bayi ke lokasi penemuan.
Meski demikian, polisi masih mendalami peran masing-masing serta memastikan rangkaian kejadian tersebut. Penyidik juga masih berupaya mengungkap identitas dan keberadaan orang tua bayi.
"Masih kita dalami motifnya sama keterangannya itu," ujar Hotdiatur.
Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki di dalam kantong plastik di tempat pembuangan sampah pinggir sungai, Jalan Aiptu Radiman, Kecamatan Binjai Kota, pada Minggu (26/7/2026) sore.
Petugas yang datang ke lokasi kemudian mengevakuasi jasad bayi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi hingga kini masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap secara lengkap perkara tersebut, termasuk mencari orang tua bayi.* (ds/dh)
JAKARTA Sebanyak 1.147 personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) disiapkan untuk mengamankan rangkaian peringatan HUT ke81 Kemerd
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memastikan kondisi keamanan nasional menjelang peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI dalam keadaan mantap dan terkendali.
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Lembaga Kemasyarak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sejumlah inovasi teknologi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gr
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Destry Damayanti menjadi satusatunya nama yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) unt
EKONOMI
JAKARTA YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait konten siaran langsung yang diduga mengajak
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mencairkan anggaran Rp 18,9 triliun untuk membantu pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kesulitan membayar gaji Peg
PEMERINTAHAN
BINJAI Polisi menangkap seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berprofesi sebagai bidan berinisial SS (55) bersama anaknya, RD (31). K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan kebijakan pencopotan Kapolda hingga P
NASIONAL
MEDAN Terdakwa Budi Pranoto mengungkap adanya permintaan komisi sebesar 44 persen dalam proyek pengadaan smartboard Dinas Pendidikan Kab
HUKUM DAN KRIMINAL