BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Tepis Narasi Tak Hormat Pakar, Prabowo Curhat: Ucapan Saya Suka Dipelintir

Nurul - Jumat, 25 September 2026 18:57 WIB
Tepis Narasi Tak Hormat Pakar, Prabowo Curhat: Ucapan Saya Suka Dipelintir
Presiden Prabowo Subianto meminta para pakar tidak termakan dengan narasi yang menyebut dirinya tidak menghormati pakar. Foto: Dok. Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pakar tidak terpengaruh narasi yang menyebut dirinya tidak menghormati kalangan akademisi. Pernyataan itu disampaikan saat Prabowo berdiskusi dengan 22 akademisi dari berbagai universitas mengenai mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut.

Diskusi tersebut digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Dalam pertemuan itu, Prabowo meminta masukan para pakar mengenai langkah pencegahan karhutla yang terjadi setiap tahun.

"Saudara-saudara, sebagai ahli, tolong saya diberitahu, apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama. Kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya. Dua hal," kata Prabowo.

Baca Juga:

Selain membahas pencegahan kebakaran, Prabowo juga meminta pandangan mengenai pemanfaatan lahan gambut untuk kegiatan produktif. Dia mempertanyakan kemungkinan pengembangan tanaman tertentu di kawasan tersebut.

"Saya kira itu tiga pertanyaan yang paling penting yang saya butuh dari saudara-saudara sebagai pakar," ujarnya.

Prabowo kemudian menanggapi adanya narasi yang menyebut dirinya tidak menghormati para pakar. Dia mengatakan diskusi tersebut justru merupakan bentuk penghormatan kepada kalangan ahli.

"Jadi saudara-saudara, jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, dirinya selama menjadi perwira juga terbiasa mencari masukan dari para ahli sebelum mengambil keputusan.

"Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar," ujarnya.

Prabowo kembali meminta para akademisi memberikan masukan mengenai langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk mencegah karhutla dan mengelola kawasan gambut.

"Jadi mohon saya diberi masukan, what can we do," kata Prabowo.* (in/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru