BREAKING NEWS
Kamis, 02 April 2026

Pengemudi Ojol, Taufik Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penyebaran Berita Bohong

BITVonline.com - Rabu, 09 Oktober 2024 02:54 WIB
Pengemudi Ojol,  Taufik Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penyebaran Berita Bohong
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN –Polda Sumut mengonfirmasi bahwa Taufik, pengemudi ojek online yang sempat menghebohkan publik dengan pengakuan dirinya dibegal, kini telah dilaporkan ke polisi. Pengaduan ini dilakukan menggunakan laporan model A, yang dibuat oleh personel kepolisian karena dianggap menyebarkan berita bohong.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, mengungkapkan bahwa laporan polisi telah diajukan terkait penyebaran berita bohong oleh Taufik. “Kita juga mendalami hal lainnya,” jelasnya pada Rabu (9/10).

Selain ancaman hukum akibat penyebaran berita bohong, Taufik juga terancam dipidana terkait penyalahgunaan narkoba. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan bahwa dia positif mengkonsumsi narkoba, menambah kompleksitas kasus ini.

Polisi kini juga tengah mencari keberadaan seorang teman perempuan Taufik, yang diduga bersamanya sebelum pengakuan begal tersebut muncul. “Kita masih mendalami keberadaan dia di situ dan yang jelas positif narkoba didalami,” tegas Hadi.

Insiden ini bermula pada Selasa (8/10) pagi ketika Taufik mengklaim bahwa sepeda motor Yamaha N-Max miliknya dibegal di Jalan Sei Batang Hari, Medan. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat Taufik mengenakan jaket ojek online, duduk lemas di tanah dengan celana jeans robek.

Namun, belakangan terungkap bahwa pengakuan tersebut tidak benar. Hadi Wahyudi mengungkapkan, “Taufik tidak dibegal seperti yang diunggah. Saat itu, dia berada di indekost seorang wanita dan sepeda motornya dititipkan kepada rekannya sesama ojol.”

Penyelidikan yang dilakukan Polsek Medan Sunggal mengungkap bahwa pengakuan begal ini merupakan rekayasa untuk menutupi kesalahan yang lebih besar. “Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dia memiliki kendaraan bermotor, tetapi dititipkan kepada rekannya. Saat dititip, dia berada di indekost wanita dan mengklaim motornya hilang untuk menutupi kesalahan kepada istrinya,” ujar Hadi.

Polisi telah memeriksa Taufik dan sejumlah saksi yang terlibat. Proses pemeriksaan urine Taufik menunjukkan hasil positif narkoba, yang diduga dikonsumsinya saat bersama perempuan di indekost tersebut. “Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, yang bersangkutan positif narkoba dan polisi masih mendalami dugaan kriminal lainnya,” tambah Hadi.

Kasus ini menggarisbawahi pentingnya kejujuran dalam situasi yang melibatkan hukum dan keamanan publik. Taufik kini menghadapi konsekuensi serius dari tindakannya, dan Polda Sumut berkomitmen untuk menyelidiki lebih lanjut. Apakah insiden ini akan menjadi pelajaran bagi pengemudi ojol lainnya? Hanya waktu yang akan menjawab.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru