PDIP Disebut Dalangi Aksi Mahasiswa, Deddy Sitorus Balik Sindir AHY: Jangan Menghasut!
JAKARTA Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastrukt
POLITIK
Medan – Fenomena penyalahgunaan nama agama untuk keuntungan pribadi semakin mendapat perhatian luas di tengah masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai modus operandi muncul, mulai dari penggalangan dana fiktif hingga bisnis berkedok amal yang memanfaatkan rasa percaya masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan.
Beragam modus yang ditemukan mencakup penggalangan dana untuk pembangunan rumah ibadah, pemberian bantuan kepada fakir miskin, hingga penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Sayangnya, banyak dari dana yang terkumpul justru disalahgunakan, tidak sesuai dengan tujuan awalnya.
“Ini sangat disayangkan. Agama yang seharusnya menjadi alat untuk mempererat persatuan justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Ahmad Rifai, seorang tokoh masyarakat di Medan. Selain penggalangan dana, bisnis dengan embel-embel keagamaan juga menjadi sorotan. Produk-produk berlabel “syariah” atau “halal” sering kali dipasarkan tanpa sertifikasi resmi.
Hal ini memanfaatkan kecenderungan masyarakat yang lebih percaya pada klaim keagamaan, meskipun kebenarannya tidak dapat dipastikan. Menurut hasil survei dari lembaga penelitian lokal, sebanyak 65% masyarakat menyatakan pernah menemukan kasus di mana nama agama digunakan untuk memperoleh keuntungan finansial secara tidak etis.
Pemerintah melalui Kementerian Agama dan aparat kepolisian diharapkan dapat mengambil langkah proaktif dalam mengatasi masalah ini. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penyalahgunaan nama agama diperlukan untuk memberikan efek jera.
“Verifikasi itu penting. Jangan mudah tergiur dengan narasi keagamaan tanpa bukti yang konkret,” tambah Ahmad Rifai, mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menyalurkan donasi atau mendukung kegiatan yang mengatasnamakan agama. Fenomena ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesucian agama dari penyalahgunaan pihak yang tidak bertanggung jawab. Agama harus tetap menjadi pedoman spiritual, bukan alat manipulasi demi keuntungan pribadi.
(christie)
JAKARTA Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastrukt
POLITIK
JAKARTA Polemik dugaan penerimaan uang oleh sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) terus menjadi
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan penjelasan terbuka terkait dug
NASIONAL
JAKARTA Vivo kembali menghadirkan berbagai pilihan smartphone untuk pasar Indonesia, mulai dari segmen entrylevel hingga kelas flagship
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KMRT) Roy Suryo Notodiprojo mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selata
HUKUM DAN KRIMINAL
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian sekaligus selorohan kepada Nahdlatul Ulama (NU) saat menghadiri penutupan Musyawa
NASIONAL
JAKARTA Isu dugaan penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming
PERISTIWA
MEDAN Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pejuang Bangsa (APMB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung D
PERISTIWA
OKSIBIL Satgas Pasgat TNI Angkatan Udara kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat di wilayah perbatasan. Melalui Pos Oksibil
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik Dr. Misran Fuadi, S.Ag., MAP sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh dalam prose
PEMERINTAHAN