BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Kades Sampali Diduga Ancam Wartawan BiTV, Kebebasan Pers Terancam!?

BITVonline.com - Jumat, 04 Oktober 2024 15:52 WIB
Kades Sampali Diduga Ancam Wartawan BiTV, Kebebasan Pers Terancam!?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELISERDANG – Kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan kembali mencuat, kali ini melibatkan Kepala Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kades Sampali diduga melakukan ancaman verbal terhadap seorang wartawan BiTV yang tengah mengonfirmasi perannya dalam sebuah pernikahan sirri dan isu terkait penggunaan anggaran desa.

Menurut informasi yang dihimpun, wartawan BiTV, yang menjalankan tugas jurnalistik sebagai kontrol sosial, awalnya meminta klarifikasi terkait isu-isu publik yang mengemuka. Namun, yang terjadi justru ancaman yang diduga dilontarkan langsung oleh Kades melalui pesan WhatsApp. Tindakan ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan pers.

“Kami melihat ancaman terhadap jurnalis ini sebagai serangan terhadap kebebasan pers. Tindakan tersebut sangat tidak bisa diterima,” tegas Pimpinan Umum BiTV. Ia juga menambahkan bahwa timnya saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum demi melindungi hak-hak jurnalistik yang diabaikan.

Insiden ini tidak hanya menjadi sorotan jurnalis, tetapi juga menuai kecaman dari berbagai pihak. Banyak yang melihat kasus ini sebagai ujian serius terhadap komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang.

Hingga saat ini, Kades Sampali belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini. Di sisi lain, publik mendesak adanya transparansi dan penegakan hukum yang tegas agar intimidasi terhadap jurnalis tidak menjadi preseden buruk di masa mendatang.

Kasus ini mempertegas bahwa masih ada ancaman nyata terhadap kebebasan pers di tingkat lokal, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

(TIM RED)

 

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru