BREAKING NEWS
Rabu, 09 September 2026

Keracunan Massal hingga Siswa Alami Gangguan Ingatan Diduga Akibat MBG, Polres Karo Turun Tangan

Dharma - Rabu, 09 September 2026 11:54 WIB
Keracunan Massal hingga Siswa Alami Gangguan Ingatan Diduga Akibat MBG, Polres Karo Turun Tangan
Polres Karo. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Satuan Reserse Kriminal Polres Karo, Polda Sumatera Utara, menyelidiki kasus keracunan massal yang terjadi di SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Keracunan tersebut diduga berkaitan dengan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Penyelidikan dilakukan setelah adanya permintaan dari pihak-pihak terkait.

Baca Juga:

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan membenarkan bahwa kasus tersebut saat ini ditangani Polres Karo.

"Kasusnya bergulir di Polres Karo. Kita sedang melakukan penyelidikan setelah ada permintaan dari pihak-pihak terkait," ujar Kombes Ferry Walintukan, Rabu (9/9/2026) pagi.

Ferry tidak menjelaskan secara rinci tahapan penyelidikan yang sedang dilakukan polisi.

Ia mengatakan proses tersebut dilakukan secara objektif dan transparan serta mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Kasus keracunan makanan dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo sebelumnya berdampak terhadap sejumlah siswa.

Salah seorang siswa berinisial F disebut mengalami kondisi cukup parah hingga kehilangan ingatan yang diperkirakan mencapai 70 persen.

Perkembangan kondisi F juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pihaknya terus memantau kondisi siswa tersebut, termasuk setelah F menjalani perawatan di RS Adam Malik.

"Itu masih kita pantau terus, barusan juga kita minta laporan, jadi kita terus pantau baik psikis dan yang pasti ada terjadi gangguan ke anak kita ini," ujar Bobby kepada wartawan, Selasa (8/9/2026) sore.

Bobby mengatakan kondisi F perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialaminya.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan dari sisi medis, tetapi juga terhadap kondisi psikologis siswa tersebut.

"Nah, gangguan ini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya apakah memang pengaruh dari perut atau saraf, atau lainnya. Dan juga kita pantau dari psikologinya, kita tidak bisa menilai traumatis seseorang itu, apakah setelah keracunan dia ada trauma atau gangguan mental juga ikut kita periksa," ucapnya.

Bobby menjelaskan F sebelumnya menjalani penanganan di RS Haji untuk mengatasi dampak keracunan.

Selanjutnya, penanganan medis siswa tersebut dilanjutkan di RS Adam Malik.

"Kemarin kan di rumah sakit kami (RS Haji) untuk penanganan keracunannya, hari ini kita baru ada tindak lanjutnya, karena selanjutnya pelimpahan penanganannya di RS Adam Malik," ujar Bobby.

Menurut Bobby, perpindahan rumah sakit tidak berarti pemerintah berhenti memantau kondisi F.

Ia memastikan Pemprov Sumut tetap mengikuti perkembangan kesehatan siswa tersebut.

Bobby juga meminta seluruh pihak memberikan perhatian terhadap kondisi F karena siswa tersebut bersekolah di tingkat SMK yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Ini tetap kita pantau, bukan berarti pindah penanganan kita lepas tangan, ini siswa kami yang harus kami pantau juga. Jadi hari ini masih ada pengecekan, pokoknya ini anak kami, ini siswa kami, jadi ini tanggung jawab kami juga," tuturnya.

Sementara itu, penyelidikan Polres Karo masih berlangsung untuk mengungkap lebih lanjut kasus keracunan massal tersebut.

Polisi menyatakan proses penyelidikan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.* (mi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hujan Deras Picu Lahar Dingin Gunung Sinabung Mengalir ke Sungai Lau Borus
Kesaksian Keluarga Febiona yang Alami Gangguan Ingatan Usai Keracunan MBG di Karo
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Dini Hari Ini, PVMBG Minta Warga Tak Percaya Isu Tsunami
Tak Mau Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Berlarut, Pemko Tanjungbalai Dorong UPTD PPA Bergerak Cepat
Bupati Labusel Sambangi Kejatisu, Perkuat Sinergi dan Pendampingan Hukum untuk Pembangunan Daerah
Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Desa Leukeun Aceh Barat, Polisi Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru