Komeng Dukung Bang Azran Pimpin FORKABI: Memajukan Budaya Betawi adalah Amanat Konstitusi
JAKARTA Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat, Alfiansyah Komeng, menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Umum DPP Forum Komu
NASIONAL
BANYUWANGI -Masyarakat Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, digemparkan dengan penangkapan BAG, seorang pemuda berusia 25 tahun yang diduga sebagai peretas situs Badan Kepegawaian Negara (BKN). BAG dikenal sebagai sosok pintar dalam bidang teknologi informasi (IT) dan bahasa Inggris, namun pendiam serta jarang bersosialisasi.
Agus Salim, Kepala Dusun Mulyorejo, mengungkapkan bahwa BAG merupakan sosok yang baik dan tak pernah bermasalah dengan warga sekitar. Meski dikenal sangat pintar, BAG tidak menonjol dalam pergaulan. “Dia memang pintar IT, bahasa Inggrisnya juga baik, tapi pendiam. Jarang ikut nongkrong atau kegiatan kepemudaan di sini,” kata Agus pada Kamis, 26 September 2024.
Kehidupan Sehari-hari BAG dan Penangkapannya
Sehari-hari, BAG bekerja sebagai seorang guru. Ia tinggal bersama istrinya, E, di rumah pemberian ayah angkatnya. Rumah tersebut bersebelahan dengan rumah orang tuanya, masih dalam satu halaman namun berbeda atap. E, istri BAG, juga berprofesi sebagai guru di sekolah dasar di kecamatan tempat tinggal mereka. Menurut Agus, pasangan suami istri ini terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga jarang berinteraksi dengan tetangga.
Namun, situasi berubah drastis saat tim dari Bareskrim Polri datang untuk menangkap BAG atas tuduhan peretasan situs BKN. Agus yang menyaksikan langsung kejadian penangkapan tersebut menceritakan bagaimana E, istri BAG, sangat terkejut hingga pingsan beberapa kali karena tidak menyangka suaminya akan ditangkap. “Istrinya pingsan berkali-kali, syok berat,” ujar Agus.
BAG sendiri terlihat sangat panik dan tegang saat proses penangkapan berlangsung. Menurut Agus, wajah BAG menunjukkan ketegangan luar biasa saat polisi mulai menggeledah rumahnya.
Barang Bukti yang Disita dan Reaksi Warga
Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk dua ponsel (satu milik BAG dan satu milik istrinya), tas, laptop, dan uang tunai senilai Rp 1,5 juta. Selain itu, sebuah motor modifikasi seharga Rp 19 juta yang sehari-hari digunakan BAG untuk pergi mengajar juga turut diamankan sebagai barang bukti. “Itu motor yang biasa dipakai BAG buat ngajar setiap hari, sekarang ikut dibawa polisi,” ungkap Agus.
Warga Dusun Mulyorejo yang mengenal BAG sebagai sosok pendiam dan baik hati sangat terkejut atas peristiwa ini. Mereka tidak menyangka bahwa BAG terlibat dalam kasus peretasan besar yang melibatkan situs pemerintahan. Agus berharap agar masalah ini dapat segera selesai dan BAG bisa mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri. “Saya tahu dia salah, tapi semoga masalah ini masih bisa diperbaiki. Mungkin ilmunya bisa dimanfaatkan negara dengan merekrutnya ke instansi yang sesuai dengan keahliannya,” kata Agus berharap.
Kehidupan Pribadi BAG dan Harapan Masyarakat
BAG merupakan anak angkat dari seorang kepala sekolah yang saat ini menjabat sebagai kepala koperasi di Kecamatan Gambiran. Meskipun bukan anak kandung, BAG dirawat dan diberikan pendidikan dengan baik oleh orang tua angkatnya hingga menjadi sosok yang dikenal pintar di bidang teknologi. Namun, kesibukannya bekerja membuatnya jarang bersosialisasi dengan warga sekitar, bahkan tak terlihat ikut serta dalam kegiatan kepemudaan atau organisasi setempat.
Masyarakat sekitar, termasuk Agus Salim, merasa prihatin atas kejadian ini. Meski demikian, mereka berharap BAG masih memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keahliannya secara positif, mungkin melalui kerja sama dengan pemerintah atau instansi terkait yang bergerak di bidang teknologi dan keamanan siber.
Akhir Kasus Peretasan BKN
Kasus peretasan situs BKN ini mendapat perhatian besar dari masyarakat karena melibatkan akses ilegal ke data pegawai negara. Penangkapan BAG menunjukkan betapa seriusnya tindakan cybercrime di Indonesia dan upaya pemerintah dalam menindak pelaku yang terlibat. Meski BAG kini menghadapi konsekuensi hukum atas tindakannya, masyarakat berharap agar pelajaran dari kejadian ini bisa menjadi pemacu bagi generasi muda lainnya untuk menggunakan keahlian mereka dengan bijak.
(N/014)
JAKARTA Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat, Alfiansyah Komeng, menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Umum DPP Forum Komu
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum bergelar Datuk Seri
NASIONAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh akan segera menentukan status penanganan bencana hidrometeorologi setelah masa Transisi Darurat menuju Pemuli
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI Prof. Arief Hidayat menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, belum memutuskan ap
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Anakanak mencakup hampir 30 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah yang besar tersebut menjadikan pemenuhan hak anak s
NASIONAL
JAKARTA Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUUXXIII/2025 yang melarang penghapusan sisa kuota internet secara sepihak dinilai m
NASIONAL
JAKARTA Rapper asal Amerika Serikat, Kanye West atau yang kini dikenal dengan nama Ye, dipastikan akan menggelar konser perdananya di In
ENTERTAINMENT
JAKARTA Program Bedah Rumah pemerintah selangkah lagi memiliki aturan baru. Rancangan Peraturan Menteri (Rapermen) tentang Program Bedah
NASIONAL
BANDA ACEH Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang menyerahkan pengelolaan tata kelola parkir publik kepada pihak swasta menda
PEMERINTAHAN