Prakiraan Cuaca Aceh Selasa 21 Juli: Mayoritas Daerah Diguyur Hujan Ringan
BANDA ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Aceh akan mengalami hujan ringan pa
NASIONAL
LEBAK – Kasus pembunuhan bocah berinisial APH yang ditemukan tewas dengan wajah dilakban di Pantai Cihara, Kabupaten Lebak, mencuatkan sejumlah fakta mengejutkan. Kapolres Cilegon, Ajun Komisaris Besar Kemas Indra Natanegara, mengungkapkan bahwa terdapat tiga motif utama di balik tindakan keji ini, yaitu utang piutang, dendam, dan kecemburuan yang melibatkan hubungan sesama jenis antara para pelaku.
Dalam konferensi pers, Kemas menjelaskan bahwa ketiga pelaku utama, yakni SA (38), RH (38), dan EM (30), adalah wanita yang memiliki hubungan dekat dengan ibu korban, A (38). “Mereka sering meminjam uang kepada ibu APH, menggunakan identitasnya untuk mengajukan pinjaman online hingga total mencapai Rp 75 juta,” ungkap Kemas. Hal ini menunjukkan bahwa masalah finansial menjadi salah satu pemicu kekerasan tersebut.
EM, salah satu pelaku, menyatakan bahwa ia merasa sakit hati karena sering dimarahi oleh A. Sementara itu, RH mengaku cemburu terhadap A yang sering menghabiskan waktu bersama SA, yang juga merupakan pasangan sesama jenisnya selama dua tahun. Ketiga wanita ini kemudian merencanakan untuk menculik A, namun skenario itu berubah menjadi penculikan putrinya, APH, yang terjadi pada 17 September 2024.
Proses penculikan berlangsung di kediaman APH di Komplek BBS, Cilegon. Setelah mengunci bocah malang itu dalam gudang, para pelaku membawanya ke kontrakan RH, di mana APH akhirnya dibunuh dengan cara yang sangat kejam. “Mereka melakban wajah korban sebelum membuang jasadnya ke Pantai Cihara dengan bantuan dua orang lainnya,” tambah Kemas.
Mayat APH ditemukan pada 19 September 2024, setelah warga melaporkan penemuan jasad seorang anak dalam keadaan mengenaskan. Identifikasi menunjukkan bahwa jasad tersebut adalah bocah yang hilang sejak tanggal 17.
Polisi kini tengah menginvestigasi lebih dalam untuk mengungkap semua pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Kemas menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk menindak tegas semua orang yang terlibat dalam kejahatan ini. “Kami akan memastikan bahwa semua pelaku diadili sesuai hukum,” katanya.
Kasus ini telah mengundang keprihatinan mendalam di masyarakat, menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap anak-anak dan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak untuk mencegah potensi bahaya. Dalam konteks ini, polisi juga mengingatkan bahwa kerjasama antara masyarakat dan pihak berwenang sangat penting untuk menjaga keamanan anak-anak di lingkungan sekitar.
(N/014)
BANDA ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Aceh akan mengalami hujan ringan pa
NASIONAL
MEDAN Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara didominasi hujan
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cera
NASIONAL
BANDUNG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Barat akan didominasi cuaca cerah
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didominas
NASIONAL
DENPASAR Prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Bali pada Selasa (21/7/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, Ka
NASIONAL
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tanjungbalai menggelar kegiat
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mengapresiasi terbentuknya Ikatan Pejuang Honor R4 (IPHR) sebagai organisasi yang diha
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang resmi membuka Pameran Pembangunan dalam rangka Hari Ja
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati Syafrizal menghadiri nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2
PEMERINTAHAN