HUT ke-81 TNI, Danrem Lilawangsa Tegaskan TNI Fokus Bantu Pemulihan Bencana di Aceh
LHOKSEUMAWE Korem 011/Lilawangsa menggelar upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di La
NASIONAL
MEDAN — Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 282/PUU-XXIII/2025 dinilai dapat memperkuat jaminan hukum bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah.
Pengamat kebijakan publik dan anggaran, Ratama Saragih, S.H., CCFA, mengatakan putusan MK tersebut memberikan batas yang lebih jelas antara kritik terhadap kebijakan pemerintah dan serangan terhadap pribadi.
Pernyataan itu disampaikan Ratama kepada sejumlah media online di Medan, Senin, 5 Oktober 2026.Baca Juga:
Ia menyoroti maraknya pelaporan terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap aktivis antikorupsi, penggiat pelayanan publik, penggiat lingkungan hidup, pekerja dan buruh, serta masyarakat sipil lainnya.
Menurut Ratama, putusan MK tertanggal 28 Agustus 2026 tersebut berkaitan dengan uji materi terhadap Pasal 240 beserta penjelasannya dan Pasal 241 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Ia mengatakan putusan tersebut membawa prospek positif bagi masyarakat untuk lebih berani menyampaikan kritik terhadap kebijakan maupun penggunaan anggaran pemerintah.
Ratama menyebut MK dalam pertimbangannya membedakan kritik terhadap pemerintah dengan serangan personal.
Menurut dia, lembaga negara tidak dapat disamakan dengan individu dalam hal perlindungan kehormatan dan nama baik.
Mahkamah juga menilai perlindungan terhadap kehormatan, martabat, dan nama baik seseorang tidak dapat disamakan dengan perlindungan terhadap pemerintah atau lembaga negara sebagai sebuah institusi.
Ratama mengatakan salah satu dampak putusan tersebut adalah berkurangnya potensi kriminalisasi terhadap kritik kebijakan pemerintah.
Menurut dia, masyarakat sipil memiliki ruang yang lebih kuat untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penggunaan anggaran negara yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menilai kritik terhadap penggunaan anggaran penting sebagai bagian dari pengawasan publik, terutama ketika terdapat dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan negara.
LHOKSEUMAWE Korem 011/Lilawangsa menggelar upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di La
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran menegaskan TNI dan rakyat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipis
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat merupakan kekuatan utama dalam menjaga
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menyebut Indonesia mulai menghadapi ancaman melalui serangan siber, disinformasi, dan berita bohong
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengungkap adanya pemindahan barangbarang dari bangunan klaster mewah di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) mengungkap fasilitas di dalam bangunan yang disebut sebagai klaster mewah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengungkap hasil investigasi terkait fasilitas yang disebut sebagai klaster mew
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin, 5 Okt
PERISTIWA
BANDA ACEH Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melalui Bidang Pemeriksaan dan Pengawasan Mutu (Bidrikwastu) melakukan p
NASIONAL