BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Korupsi Proyek Jalan Sumut Makin Melebar! KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru, Ada Mantan Kepala BBPJN

Administrator - Kamis, 08 Oktober 2026 11:14 WIB
Korupsi Proyek Jalan Sumut Makin Melebar! KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru, Ada Mantan Kepala BBPJN
KPK menahan Kepala Dinas PUPR Prov. Sumut dan 4 orang lainnya, tersangka dalam kegiatan tangkap tangan atas dugaan korupsi berupa suap terkait proyek pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Sumatera Utara. (foto: Dok.KPK)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka babak baru dalam pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan preservasi jalan pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara.

KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka baru dalam pengembangan penyidikan perkara yang sebelumnya menjerat mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, Topan Ginting.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi penetapan delapan tersangka baru tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026.

Baca Juga:

"Dari pengembangan penyidikan yang dilakukan pada September kemarin, KPK menetapkan sejumlah delapan orang tersangka baru dalam penyidikan perkara ini," ungkap Budi kepada wartawan.

Meski KPK belum secara resmi membeberkan identitas dan peran masing-masing tersangka, informasi yang beredar mengarah kepada delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BBPJN Sumut yang sebelumnya dipanggil penyidik ke Jakarta.

Salah satunya adalah Kepala BBPJN Sumut periode 2024–2025, Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja. Selain itu, KPK memanggil tiga mantan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I dan II, yakni Dicky Erlangga, Rahmad Parulian, dan T. Rahmatsyah Putra alias Dadam.

Empat pejabat teknis yang juga disebut terkait dengan penetapan tersangka baru tersebut merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Sumut.

Mereka adalah Munson Ponter Paulus Hutauruk, Faisal, Heri Handoko, serta Manaek Manalu.

KPK masih merahasiakan detail peran masing-masing pihak karena proses penyidikan masih berlangsung.

"Untuk detail identitas pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, nanti kami akan sampaikan update-nya karena ini penyidikan juga masih terus berprogres," ujar Budi menambahkan.

Selain menetapkan tersangka baru, penyidik KPK pada Rabu, 7 Oktober 2026, juga memeriksa sejumlah saksi di Kantor KPPN Padang Sidempuan.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami konstruksi perkara, termasuk dugaan pengaturan proyek serta aliran dana yang berkaitan dengan proyek pembangunan dan preservasi jalan.

Sejumlah pejabat daerah turut dimintai keterangan.

Mereka antara lain Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu dan mantan Bupati Mandailing Natal Muhammad Jafar Sukhairi Nasution.

Penyidik juga memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Dinas PUPR Mandailing Natal, di antaranya Pelaksana Tugas Kepala Dinas Elpi Yanti Harahap dan Kepala Bidang Bina Marga Rajab Asri Nasution.

Selain itu, KPK memanggil mantan Kepala Dinas PUPR Padang Lawas Utara Ramlan, staf honorer Mardiah, serta seorang sopir bernama Hanafi Rambe.

Rangkaian pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengembangan perkara yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Juni 2025.

Dalam perkara sebelumnya, KPK mengungkap dugaan pengaturan pemenang tender sejumlah proyek jalan dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Kasus tersebut kemudian menyeret Topan Ginting ke meja hijau.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan menjatuhkan hukuman 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 juta kepada mantan Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara tersebut.

Dengan ditetapkannya delapan tersangka baru, KPK kini melanjutkan penelusuran untuk mengungkap lebih jauh dugaan korupsi dalam proyek jalan di Sumatera Utara serta peran masing-masing pihak yang diduga terlibat.* (tm/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Fakta Sidang Perdana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Uang Rp20 Miliar Berkode “Kue” hingga Miliki 29 Perusahaan
Catatan tentang Arah Bangsa yang Teralih
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian Dorong Kuala Tanjung Jadi Penggerak Ekonomi Sumut
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Dukung Jaksa Sahabat Pendidik, Sekolah Dapat Pendampingan Hukum
Sidang Korupsi Waterfront City Samosir: Terdakwa Buka-bukaan Soal Adendum Proyek & Tegaskan Tak Terima Sepeser Pun
Usut Korupsi Proyek Jalan Rp 231 M! KPK Panggil 2 Eks Bupati di Sumut dan 8 Pejabat BBPJN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru