Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Medan akan segera melakukan pendalaman atas mark up harga bahan baku harian kebutuhan dapur yang diduga terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3.
Hal tersebut ditegaskan Kepala KPPG Wilayah Medan Donal Simanjuntak, ketika dikonfirmasi bitvonline.com melalui pesan WhatsApps (WA), Kamis (15/10/2026).
"Terimakasih infonya. Kita akan segera dalami," tegas Donal Simanjuntak singkat.
Baca Juga:
Guna kepentingan pendalaman tersebut, Donal Simanjuntak mengatakan pihaknya akan segera memanggil pihak-pihak yang terkait dengan dugaan mark up tersebut.
"Kita akan panggil yayasannya dan Kepala SPPG-nya. Kita akan tanya perihal UD (Usaha Dagang) pemasok," tegas Donal memastikan.
SPPG Tembung 3 merupakan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Atifa Maju Mandiri milik seorang pengusaha di Medan berinisial Rb. SPPG Tembung 3 beralamat di Jalan Letda Sujono No. 74 Medan Tembung.
DUGAAN MARK UP SISTEMATIS
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, SPPG Medan Tembung 3 diduga melakukan mark-up harga bahan baku harian kebutuhan dapur dengan jurang selisih yang fantastis dan sistematis.
Dugaan ini didasarkan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat akuntan SPPG Medan Tembung 3 dan daftar realisasi pembelian bahan baku yang tertuang dalam Lembar Tagihan dari dua UD tempat belanja, yakni UD Sinar Berkat Abadi dan UD Sukses Bersama.
Paling tidak, dugaan mark up secara sistematis ini terlihat pada RAB dan Lembar Tagihan untuk tanggal 3 Oktober s/d 20 Oktber 2026. Total dugaan mark-up dari 21 item mencapai Rp 19.361.000.
BERAT TURUN, HARGA NAIK
Salah satu contoh pada Senin, 3 Agustus 2026. Di RAB, akuntan menetapkan ayam potong 176 Kg dengan harga Rp 5.280.000. Namun realisasi pembelian hanya 160 Kg, tapi dibayar Rp 7.360.000.
Di sini terlihat jelas, jumlah/kuantitas barang berkurang 16 Kg, tapi harga justru membengkak Rp 2.080.000.
Di hari yang sama, jeruk 175 Kg RAB Rp 3.150.000, direalisasikan 216 Kg seharga Rp 4.968.000. Diduga mark-up Rp 1.818.000.
Sedang pada Selasa, 4 Agustus. Ikan nila 223 Kg dengan RAB Rp 7.136.000. Tapi realisasi hanya 220 Kg dengan pembayaran membengkak jadi Rp 9.460.000. Di hari ini saja, satu item saja yakni ikan, diduga di-mark-up Rp 2.324.000. Ini tertinggi dari semua item.
BERAS LADANG CUAN HARIAN
Yang paling nyata adalah permainan beras. Hampir setiap hari, pola mark-up Rp 200.000 diduga terjadi konsisten.
Senin 3 Agustus: RAB 100 Kg Rp 1,7 juta -> realisasi 100 Kg Rp 1,9 juta (diduga mark-up Rp 200 ribu)
Selasa 4 Agustus: Pola sama, diduga mark-up Rp 200 ribu
Rabu 5 Agustus: Pola sama, diduga mark-up Rp 200 ribu
Kamis 6 Agustus: Pola sama, diduga mark-up Rp 200 ribu
Jumat 7 Agustus: Pola sama, diduga mark-up Rp 200 ribu
Rabu 19 Agustus: 103 Kg RAB Rp 1.751.000 -> realisasi Rp 1.957.000 (diduga mark-up Rp 206.000)
Kamis 20 Agustus: 107 Kg RAB Rp 1.751.000 -> realisasi Rp 2.033.000 (diduga mark-up Rp 282.000)
Jika dalam 7 hari kerja saja ada 7 kali mark-up beras, berapa miliar setahun jika 1 SPPG melayani 3.500 porsi per hari?
Berbeda lagi pada Kamis, 6 Agustus. Susu anak sekolah full cream 1.742 kotak RAB Rp 6.079.000, direalisasikan Rp 7.839.000. Diduga mark-up Rp 1.760.000.
Kejanggalan lain, Rabu 5 Agustus. Di RAB tertulis ikan gembung kuring 1.760 ekor Rp 5.280.000, tapi realisasi menjadi ikan dencis 175 Kg Rp 7.000.000. Ganti jenis, ganti satuan, dugaan mark-up Rp 1.720.000.
Buah semangka lebih gila. Dari 40 buah Rp 2.200.000 menjadi 200 Kg Rp 3.700.000, mark-up diduga sebesar Rp 1.500.000.
ALAMAT UD PEMASOK BAHAN BAKU FIKTIF
Yang mengejutkan adalah, alamat UD Sukses Bersama dan UD Sinar Berkat Abadi, pemasok kebutuhan dapur SPPG Medan Tembung 3, ternyata diduga fiktif.
Hasil investigasi tim bitvonline.com, Rabu (14/10/2026), tidak menemukan kedua UD tersebut.
Padahal, di Lembar Tagihan Pembayaran dari UD Sukses Bersama dan UD Sinar Berkat Abadi kepada SPPG Tembung 3, tertulis alamat kedua UD tersebut dengan jelas. Hanya saja, tidak tercantum nomor kontak tempat usaha atau pemilik usahanya.
UD Sinar Berkat Abadi sendiri disebut beralamat di Jalan Teratai Pasiran Nomor 39 RT 001/RW 009, Desa/Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
Sedang UD Sukses Bersama berada di Gang Madrasah Lingkungan III, Kelurahan Delitua, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang.
Sejumlah warga yang diwawancarai bitvonline.com di sekitar Jalan Teratai Pasiran, Kelurahan Hamdan, ternyata tidak ada yang mengetahui keberadaan UD Sinar Berkat Abadi. Bahkan warga menegaskan, tidak ada rumah nomor 39.
Sejumlah warga di Gang Madrasah Lingkungan III, Kelurahan Delitua juga mengaku tidak mengetahui keberadaan UD Sukses Bersama. Bahkan, Kepala Lingkungan (Kepling) III, Kelurahan Delitua menegaskan tidak mengetahui keberadaan UD Sukses Bersama.
KONFIRMASI TIDAK DIJAWAB
Person in Charge (PIC) Yayasan Atifa Maju Mandiri Rony Nababan dan Kepala SPPG Tembung 3 Faisal Lubis SH, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApps (WA), Kamis (15/10/2026), tidak memberi jawaban.
Meski isi pesan dibaca, tapi sama sekali tidak memberi respon. Pesan yang dikirim ke Rony Nababan sekitar pukul 08.29 Wib. Sementara kepada Faisal Lubis sekitar pukul 08.30 Wib.
Tidak adanya respon semakin menguatkan dugaan terjadinya mark up harga bahan baku harian untuk kebutuhan dapur MBG secara massif dan sistematis di SPPG Tembung 3 yang dikelola Yayasan Atifa Maju Mandiri.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.