KPK Dalami Dugaan Abdul Wahid Salurkan Uang Lewat Ajudan Pangdam Tuanku Tambusai
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pemberian sejumlah uang yang dilakukan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mel
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN –Dr. Tiromsi Sitanggang, seorang dosen dan notaris berusia 61 tahun, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan suaminya, Rusman Maralen Situngkir (61). Pembunuhan ini terjadi di rumah mereka di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, pada 22 Maret 2024. Tiromsi kini harus merasakan dinginnya sel tahanan setelah polisi menangkapnya.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada wartawan, Tiromsi menegaskan bahwa ia tidak merasa bersalah dan tetap membantah tuduhan tersebut. “Saya sangat kecewa. Apa yang menjadi mensrea, kalau dibilang saya ikut membunuh, boleh saya angkat tangan, saya orang Nasrani. Demi Tuhan saya tidak membunuh,” ujarnya dengan tegas.
Kejadian ini bermula ketika Tiromsi mengklaim suaminya meninggal akibat kecelakaan. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kecelakaan di lokasi kejadian. Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Alexander Piliang, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kematian RMS yang awalnya dikatakan akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, setelah melakukan pengecekan, tim menemukan kejanggalan.
“Kami melakukan pengecekan dan tidak menemukan tanda-tanda bekas kecelakaan. Korban telah dibawa untuk dimakamkan di Sidikalang, tetapi keluarga merasa curiga dan melaporkan hal ini ke kami,” kata Alex.
Setelah ekshumasi dilakukan, ditemukan luka-luka di tubuh RMS, termasuk sobekan di bawah mata, memar di kepala, dan luka di alat kelamin. Dari hasil autopsi, terungkap bahwa kematian RMS adalah akibat penganiayaan, bukan kecelakaan. “Kami berkeyakinan ini bukan kecelakaan lalu lintas. Kami menemukan banyak luka di tubuh korban,” tambah Alex.
Tiromsi mengaku bahwa meskipun suaminya mengalami sakit stroke, ia selalu merawat dan menyayangi RMS. “Saya sangat mencintai suami saya. Selama berumah tangga, saya yang merawatnya saat sakit. Suami saya tidak pernah memberikan nafkah, tapi saya tetap bertahan karena takut akan Tuhan,” katanya.
Saat ditanya tentang motif pembunuhan, Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. Tiromsi juga mengaku kecewa dengan keadaan yang menimpanya dan menyebut bahwa selama ini ia adalah istri yang setia. “Kalau saya ada, saya akui. Kalau usia menjelang 60-an, dari segi apapun, tak ada lagi masa bertengkar,” imbuhnya.
Kasus ini menyoroti kompleksitas hubungan rumah tangga dan mengingatkan kita akan pentingnya keadilan dalam proses hukum. Tiromsi kini menghadapi ancaman hukuman berat jika terbukti bersalah, sementara kepolisian terus melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran di balik kematian RMS.
Dengan segala bukti dan kesaksian yang ada, publik menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus yang mengguncang Kota Medan ini. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan adil, demi keadilan bagi korban dan semua pihak yang terlibat.
(N/014)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pemberian sejumlah uang yang dilakukan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sebanyak 700 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran dikerahkan untuk mengamanka
PERISTIWA
ACEH TAMIANG Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, memimpin gerakan tanam padi perdana pasc
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr. Taqwaddin, SH, SE, MS, mengingatkan para advokat un
NASIONAL
SIMEULUE Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh
PENDIDIKAN
ACEH BESAR Kapolda Aceh yang baru, Irjen Pol Ruddi Setiawan, bersama Ketua Bhayangkari Polda Aceh, Sari Ruddi Setiawan, tiba di Bandara
PEMERINTAHAN
ACEH TAMIANG Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menyerahkan sebanyak 26 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terda
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tiga dekade sejak memulai pengabdian sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan Republik Indonesia, para alumni Angkata
NASIONAL
ACEH TENGGARA Personel Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama Yon TP 855/RD mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Mi
NASIONAL
ACEH BESAR Personel Kodim 0101/Kota Banda Aceh memusnahkan ladang ganja seluas sekitar 2,5 hektare di kawasan pegunungan Desa Mureu Buen
HUKUM DAN KRIMINAL