PANCUR BATU – Aktivitas perjudian yang marak di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Pancur Batu menjadi sorotan utama dalam pemberitaan belakangan ini. Kabar tersebut menjadi perhatian publik karena potensi dampak negatifnya terhadap masyarakat dan ketertiban umum. Namun, yang mengejutkan adalah respons yang diambil oleh Polsek Pancur Batu, yang diduga mengambil langkah drastis dengan memblokir kontak wartawan setelah dimintai tanggapan mengenai masalah tersebut.
Kapolsek Pancur Batu, Kompol Hendra Gunawan Simatupang, melalui Kasihumas Polsek Pancur Batu Aiptu Riko Arifin Panjaitan, menjadi perwakilan dalam menjawab pertanyaan wartawan. Namun, alih daripada memberikan klarifikasi atau tanggapan yang jelas terhadap isu perjudian yang merajalela, Polsek Pancur Batu justru memilih untuk memutus komunikasi dengan wartawan, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik.
Kebijakan ini, yang seharusnya menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas dari pihak kepolisian, justru menjadi bahan pertanyaan serius. Pasalnya, dalam sebuah sistem demokratis, keterbukaan informasi merupakan hal yang sangat penting. Tindakan memblokir komunikasi dengan wartawan justru menimbulkan dugaan bahwa Polsek Pancur Batu memiliki keterlibatan atau ketergantungan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas perjudian ilegal.
Tudingan terhadap Polsek Pancur Batu pun semakin membesar, dengan sejumlah pihak yang menyebut bahwa pihak kepolisian diduga bersekongkol dengan mafia perjudian. Hal ini menjadi ironi tersendiri mengingat peran Polsek Pancur Batu seharusnya adalah melindungi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan malah menjadi bagian dari permasalahan yang mereka harus tangani.
Lebih lanjut, kegagalan dalam menindaklanjuti aktivitas perjudian yang meresahkan masyarakat, seperti yang diungkapkan dalam penggerebekan yang dilakukan pada siang hari padahal aktivitas perjudian berlangsung pada malam hari, semakin menambah keraguan terhadap kredibilitas dan kompetensi aparat kepolisian setempat. Publik semakin meragukan efektivitas Polsek Pancur Batu dalam menangani masalah keamanan dan ketertiban di wilayahnya.
Dengan demikian, kejadian ini menjadi bukti nyata akan kompleksitas dan tantangan dalam penegakan hukum di Indonesia. Isu perjudian ilegal bukan hanya masalah keamanan, tetapi juga mencakup aspek-aspek seperti transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Perlu adanya tindakan tegas dan transparan dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
(A/08)
Skandal Perjudian, Polsek Pancur Batu Diduga Tutup Mulut dan Tidak Bertindak