BREAKING NEWS
Minggu, 29 Maret 2026

Presiden Filipina Marcos Jr Minta Seluruh Menteri Kabinet Mundur

Adelia Syafitri - Jumat, 23 Mei 2025 09:44 WIB
Presiden Filipina Marcos Jr Minta Seluruh Menteri Kabinet Mundur
Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MANILA – Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr secara mengejutkan meminta seluruh sekretaris kabinetnya untuk mengajukan pengunduran diri.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana perombakan besar-besaran di tubuh pemerintah menyusul hasil pemilu paruh waktu yang digelar 12 Mei lalu.

"Ini bukan bisnis seperti biasa," tegas Marcos dalam pernyataan resmi yang dilansir Associated Press (AP), Jumat (23/5/2025).

"Masyarakat telah berbicara dan mereka mengharapkan hasil, bukan politik, bukan alasan. Kami mendengar mereka dan kami akan bertindak."

Pemerintah Filipina mengonfirmasi bahwa permintaan pengunduran diri tersebut bertujuan memberi ruang bagi presiden untuk mengevaluasi ulang kinerja kabinet dan menentukan siapa saja yang akan tetap bertugas sesuai dengan prioritas nasional yang telah diperbarui.

"Ini bukan tentang kepribadian, ini tentang kinerja, keselarasan, dan urgensi," ujar Marcos.

Setidaknya 21 sekretaris kabinet, termasuk Sekretaris Eksekutif Lucas Bersamin, telah menyatakan kesiapan mereka untuk mundur.

Pemerintah memastikan bahwa layanan publik akan tetap berjalan normal selama masa transisi.

Langkah ini menandai fase baru dalam pemerintahan Marcos, yang ia sebut sebagai era "lebih tajam, lebih cepat, dan fokus pada kebutuhan rakyat yang paling membutuhkan."

Pemilu paruh waktu baru-baru ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam kekuatan politik di Filipina.

Dari 12 kursi Senat yang diperebutkan, lima dimenangkan oleh sekutu Sara Duterte dan mantan Presiden Rodrigo Duterte, sementara lima lainnya diraih oleh kandidat yang didukung Marcos.

Dua kursi tersisa jatuh ke tangan demokrat liberal yang terkait dengan mendiang mantan Presiden Benigno Aquino III, musuh lama politik keluarga Marcos.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru