BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

6 Alasan Ekonomi dan Politik di Balik Obsesinya Trump pada Bunga Rendah

- Senin, 09 Juni 2025 12:05 WIB
6 Alasan Ekonomi dan Politik di Balik Obsesinya Trump pada Bunga Rendah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak The Federal Reserve (The Fed) untuk segera menurunkan suku bunga, menyusul melambatnya pertumbuhan lapangan kerja dan potensi perlambatan ekonomi nasional.

Tekanan Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell bukan hal baru, namun kali ini disampaikan lebih keras usai data ketenagakerjaan menunjukkan angka mengecewakan.

"Angka ADP keluar, terlambat. Powell sekarang harus menurunkan suku bunga. Dia tidak dapat dipercaya," tulis Trump di akun Truth Social, Rabu (4/6/2025).

Sebelumnya, ADP melaporkan bahwa penggajian swasta hanya bertambah 37.000 pekerjaan di bulan Mei, jauh dari ekspektasi 110.000. Hal ini memperkuat klaim Trump bahwa penurunan suku bunga perlu dilakukan segera.

Ketua The Fed Jerome Powell sejauh ini enggan menurunkan suku bunga secara terburu-buru. Ia menyatakan kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat memicu kenaikan inflasi lebih lanjut, apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif Trump yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun bagi Trump, dorongan untuk memangkas suku bunga bukan semata soal statistik. Ia punya sejumlah alasan kuat yang mendasari obsesinya terhadap bunga rendah.

6 Alasan Utama Donald Trump Menginginkan Suku Bunga Rendah

1. Merangsang Pertumbuhan Ekonomi Suku bunga rendah membuat pinjaman lebih murah, mendorong belanja dan investasi yang berujung pada pertumbuhan PDB.

2. Dorongan Pasar Saham Bunga rendah biasanya mendongkrak pasar saham—indikator yang sering diklaim Trump sebagai bukti keberhasilan ekonominya.

3. Latar Belakang Real Estat Sebagai mantan pengembang properti, Trump diuntungkan dari skema bunga murah yang mempermudah pembiayaan proyek real estat.

4. Defisit & Layanan Utang Bunga rendah menekan biaya bunga atas utang nasional, membuat beban fiskal pemerintah lebih ringan.

5. Daya Tarik Politik Ekonomi yang menggeliat dan bursa saham yang cerah menjadi amunisi kuat dalam kampanye pemilihan ulang.

6. Devaluasi Dolar & Daya Saing Ekspor Bunga rendah bisa melemahkan dolar AS, membuat ekspor AS lebih kompetitif di pasar global.

Desakan Trump yang terus-menerus terhadap The Fed menimbulkan kekhawatiran publik tentang independensi bank sentral AS.

Meskipun Trump mengatakan tidak akan mencopot Powell sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026, ketegangan antara Gedung Putih dan The Fed terus meningkat.

Dengan inflasi masih tinggi dan pasar kerja melemah, semua mata kini tertuju pada langkah The Fed berikutnya. Apakah Powell akan tunduk pada tekanan politik, atau tetap berpegang pada kebijakan moneter yang independen?*

(cb/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru