Mualem Ungkap Lima Persoalan Krusial di Aceh, dari Tambang Ilegal hingga LGBT
BANDA ACEH Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memaparkan lima persoalan yang dinilai menjadi perhatian utama Pemerintah Aceh saat memi
PEMERINTAHAN
TEL AVIV - Ketegangan militer antara Israel dan Iran kian mengkhawatirkan. Di tengah hujan rudal balistik dari Iran, laporan terbaru mengungkapkan bahwa Israel hampir kehabisan interceptor rudal canggih Arrow, sistem pertahanan andalan mereka untuk menghadang ancaman jarak jauh.
Menurut pejabat senior Amerika Serikat yang dikutip The Wall Street Journal, persediaan rudal pencegat Arrow diperkirakan hanya cukup untuk 10–12 hari ke depan, jika Iran mempertahankan intensitas serangannya saat ini.
"Sistem sudah kewalahan. Sebentar lagi, mereka mungkin harus memilih rudal mana yang akan dicegat," ungkap seorang sumber intelijen AS.
Sistem Arrow dikembangkan Israel bersama AS untuk mencegat rudal balistik pada ketinggian tinggi. Namun kini, keandalan sistem ini terancam akibat tingginya laju penggunaan dan terbatasnya suplai.
Menyadari situasi genting ini, Pentagon diam-diam telah mengirim bantuan tambahan, termasuk pengerahan kapal perusak, pesawat tempur, serta sistem pertahanan rudal di wilayah Timur Tengah guna mendukung operasi pencegatan.
Menurut harian keuangan Israel The Marker, biaya operasi pertahanan rudal Israel mencapai USD 285 juta per malam atau sekitar Rp 4,6 triliun. Setiap rudal interceptor Arrow sendiri berharga sekitar USD 3 juta atau Rp 49,2 miliar.
Lebih jauh, laporan Financial Express menyebutkan bahwa Israel menghabiskan USD 725 juta per hari (sekitar Rp 11,8 triliun) untuk mempertahankan diri dari serangan Iran. Ini belum termasuk potensi kerugian infrastruktur dan ekonomi lainnya.
Dalam dua hari pertama operasi militer terhadap Iran, Israel dilaporkan menghabiskan USD 1,45 miliar (Rp 23,6 triliun). Pengeluaran ini mencakup:
USD 593 juta (Rp 9,6 triliun) untuk serangan ofensif (udara, amunisi, logistik)
Sisanya untuk pertahanan rudal, logistik, dan pengerahan pasukan cadangan.
Kekhawatiran atas efektivitas sistem pertahanan semakin nyata ketika rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan dan menghantam area militer di Tel Aviv serta kilang minyak di Haifa. Video terbaru juga menunjukkan serangan langsung ke fasilitas intelijen Israel di utara Tel Aviv.
Situasi ini memperlihatkan bahwa meskipun Israel memiliki sistem pertahanan rudal berlapis seperti Iron Dome, David's Sling, dan Arrow, namun serangan Iran yang berkelanjutan mulai menunjukkan dampak nyata.
BANDA ACEH Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memaparkan lima persoalan yang dinilai menjadi perhatian utama Pemerintah Aceh saat memi
PEMERINTAHAN
MEDAN Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan menyatakan hasil investigasi internal menyimpulkan bahwa meninggalnya Genial Gavens
PERISTIWA
MEDAN Ahli hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Mahmud Mulyadi, menegaskan bahwa sengketa yang masih berada dal
HUKUM DAN KRIMINAL
BLANGKEJEREN Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, Aceh, dr. H. Nevirizal M.Kes., M.H., resmi mengundurkan diri d
NASIONAL
MEDAN Langkah Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution yang meninggalkan rapat paripurna DPRD Sumatera Utara sebelum agenda
POLITIK
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebag
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menghadiri rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ace
NASIONAL
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kembali memperkuat kolaborasi dengan insan media melalui ajang INJournal Ch
NASIONAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) meminta pihak yang menemukan dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan program Ma
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anak ketiga mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Tribrata Putra Sambo, resmi menyandang status sebagai perwira Kepolisian Repu
NASIONAL