Krisis Pangan Global Mengintai, Mentan Amran Sebut Konglomerat Dunia Diam-diam Serbu Sektor Pertanian
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, sejumlah konglomerat dunia diamdiam mulai berinvestasi di sektor pertanian
EKONOMI
BEIJING -Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Langkah ini menuai kecaman keras dari berbagai negara, termasuk China, Rusia, dan India.
Melalui pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri China menyebut serangan militer Amerika Serikat sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Langkah ini hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah," tulis pernyataan China yang diunggah di situs resminya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (22/6/2025).
Beijing juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri, serta mendesak Israel menghentikan serangan militernya terhadap Iran. Pemerintah China mendorong dialog dan negosiasi sebagai satu-satunya jalan keluar untuk meredakan konflik.
Kecaman juga datang dari Rusia. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyebut Presiden AS Donald Trump telah memicu konflik militer baru dengan menyerang Iran.
"Trump, yang sebelumnya datang sebagai presiden pembawa damai, justru menyeret Amerika ke dalam konflik militer lain," kritik Medvedev melalui akun Telegram-nya.
Menurutnya, mayoritas negara di dunia menolak agresi militer AS dan Israel. Ia juga menyindir keras langkah Trump, menyatakan bahwa tindakan ini membuatnya semakin jauh dari penghargaan Nobel Perdamaian.
Dari Asia Selatan, Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang terus memburuk di Timur Tengah. Modi mengatakan telah melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
"India kembali menyerukan de-eskalasi segera, dialog, dan diplomasi sebagai satu-satunya jalan untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas kawasan," tulis Modi lewat akun media sosial resminya.
Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran ini menambah panjang daftar konflik di kawasan yang sudah dilanda instabilitas sejak bertahun-tahun. Para analis menilai, tanpa langkah diplomatik konkret, eskalasi ini bisa berujung pada konfrontasi darat berkepanjangan yang melibatkan lebih banyak aktor internasional.
Dunia kini menanti respons lanjutan dari Dewan Keamanan PBB dan negara-negara besar lainnya untuk meredam konflik dan menghindari perang terbuka yang lebih luas.*
(kp/j006)
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, sejumlah konglomerat dunia diamdiam mulai berinvestasi di sektor pertanian
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terus memperkuat tata kelola aset daera
PEMERINTAHAN
ACEH TENGAH Sejumlah desa di lima kecamatan di Aceh Tengah kembali dilanda banjir luapan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan terse
PERISTIWA
GAZA Serangan udara kembali dilancarkan Israel Defense Forces (IDF) ke wilayah Jalur Gaza pada Senin, 6 April 2026, di tengah berlangsun
INTERNASIONAL
JAKARTA Istana Kepresidenan merespons santai video viral pengamat politik Saiful Mujani yang menyinggung soal menjatuhkan Presiden Pra
NASIONAL
JAKARTA Pengamat politik Saiful Mujani angkat bicara terkait potongan video viral yang menampilkan dirinya berbicara soal menjatuhkan
POLITIK
JAKARTA Isu perombakan Kabinet Merah Putih mencuat di tengah dinamika politik dan tekanan geopolitik global. Pihak Istana Kepresidenan m
NASIONAL
JAKARTA Mantan staf khusus Presiden ke7 RI, Andi Taufan Garuda Putra, menyatakan tidak mengetahui pokok perkara dalam kasus dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dinamika internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Medan kembali mencuat. Kader akar rumput PDIP Medan Amplas,
POLITIK
JAKARTA Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumatera Utara tengah menjadi sorotan tajam setelah sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan
HUKUM DAN KRIMINAL