Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA — Mantan staf khusus Presiden ke-7 RI, Andi Taufan Garuda Putra, menyatakan tidak mengetahui pokok perkara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang menyeret terdakwa Ibrahim Arief alias Ibam.
Taufan hadir sebagai saksi meringankan yang diajukan oleh pihak terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Selasa, 7 April 2026.
Ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah sempat mengonfirmasi latar belakang Taufan.Baca Juga:
"Pernah jadi staf khusus atau apa ya?" tanya hakim di persidangan.
"Iya, di zaman Pak Joko Widodo, 2019–2020," ujar Taufan.
Dalam keterangannya, Taufan menjelaskan bahwa pada periode tersebut ia menjabat sebagai staf khusus presiden, sementara Ibrahim Arief bekerja sebagai konsultan teknologi informasi di Kementerian Pendidikan.
"Yang saya tahu sebagai konsultan IT untuk pengembangan sistem," kata Taufan menjawab pertanyaan majelis hakim.
Namun, ketika didalami lebih jauh, Taufan menegaskan tidak memiliki pengetahuan terkait substansi dakwaan yang ditujukan kepada Ibam.
"Untuk hal-hal yang didakwakan kepada Pak Ibrahim, saya tidak ada pengetahuan," ujarnya.
Kasus ini bermula dari pengadaan laptop Chromebook dan layanan CDM di lingkungan Kementerian Pendidikan.
Jaksa penuntut umum mendakwa tiga terdakwa—yakni Ibrahim Arief, Mulyatsyah, dan Sri Wahyuningsih—telah merugikan keuangan negara hingga Rp 2,1 triliun.
Nilai kerugian tersebut, menurut jaksa, berasal dari dugaan kemahalan harga laptop Chromebook sebesar Rp 1,5 triliun serta pengadaan CDM yang dinilai tidak diperlukan dengan nilai sekitar Rp 621 miliar.
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL