Wagub Sumut Ajak Anak Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif, Dorong Inovasi hingga Tembus Pasar Global
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengajak generasi muda untuk memperkuat potensi daerah melalui pengembangan sektor ekonomi k
EKONOMI
JAKARTA - Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Amerika Serikat terhadap situs nuklirnya mendapat sorotan keras dari berbagai pihak.
Meski parlemen Iran sudah menyetujui kemungkinan penutupan jalur vital tersebut, keputusan final masih bergantung pada Dewan Keamanan Nasional Iran.
Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur transit utama minyak dunia ini dikhawatirkan justru akan menjadi bumerang bagi Iran sendiri. Selain berpotensi merugikan negara-negara di kawasan Timur Tengah, langkah tersebut juga bisa memicu isolasi diplomatik dan kerugian ekonomi besar bagi Iran.
Menurut Vandana Hari, pendiri Vanda Insights, risiko terbesar adalah dimusuhinya Iran oleh negara tetangga yang juga penghasil minyak, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, dan Qatar. Kelima negara tersebut secara kolektif mengirim jutaan barel minyak setiap harinya melalui Selat Hormuz.
Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan Iran mengirim sekitar 1,5 juta barel minyak per hari melalui Selat Hormuz pada kuartal pertama 2025. Penutupan jalur ini juga akan berdampak langsung terhadap pasar minyak Iran di Asia, terutama China, pembeli terbesar minyak Iran.
"Keuntungan dari penutupan ini sangat kecil, sementara dampak negatif bagi Iran justru sangat besar," kata Vandana Hari.
Dukungan atas pendapat ini juga datang dari Andrew Bishop, Kepala Riset Kebijakan Global Signum Global Advisors, yang menilai Iran tidak akan mengambil risiko memusuhi China. Ia juga menambahkan bahwa gangguan pasokan minyak dapat menimbulkan serangan terhadap infrastruktur ekspor minyak maupun rezim Iran sendiri.
Sementara itu, Clayton Seigle dari Center for Strategic and International Studies menegaskan bahwa China sangat bergantung pada aliran minyak dari kawasan Teluk. Karena itu, kepentingan nasional China mendorong stabilisasi dan de-eskalasi situasi agar aliran minyak tetap aman.
Joint Maritime Information Center melaporkan belum ada indikasi ancaman nyata terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz, dengan kapal-kapal yang terkait AS masih dapat melintas tanpa gangguan.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur laut tunggal dari Teluk Persia menuju laut lepas, dan sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Badan Informasi Energi AS menilai Selat Hormuz sebagai titik transit minyak paling penting di dunia.*
(d/j006)
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengajak generasi muda untuk memperkuat potensi daerah melalui pengembangan sektor ekonomi k
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menekankan pentingnya regulasi yang tegas dalam penanganan pengungsi luar n
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026). Rupiah ditutup turun 105 poin atau 0,61 persen
EKONOMI
JAKARTA Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Danantara Indonesia tengah memb
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (23/4/2026). IHSG anjlok 163 poin atau 2,16 pers
EKONOMI
JAKARTA Polemik pascavonis 7 tahun penjara terhadap aktor Ammar Zoni terus bergulir. Kali ini, kuasa hukum Ammar, Jon Mathias, melontark
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memastikan pemerintah telah menyiapkan solusi terkait utang proyek
EKONOMI
JAKARTA Khalid Basalamah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi ku
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA FBI daFBI dan Polri berhasil membongkar jaringan phishing global dalam operasi siber bersama yang telah berlangsung selama beberap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan Indonesia tidak akan memberlakukan pungutan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Ma
INTERNASIONAL