Rico Waas Tekankan Ulama sebagai Kompas Moral, Bukan Alat Kepentingan Sesaat
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya peran ulama sebagai mitra moral dalam penyelenggaraan pemerintahan,
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Pemerintah Iran secara resmi menghentikan seluruh bentuk kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Kebijakan ini diumumkan menyusul menurunnya kepercayaan Iran terhadap badan pengawas nuklir PBB tersebut, sebagaimana ditegaskan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pernyataannya di Jakarta.
"Tentu kepercayaan kami dengan IAEA sudah menurun. Kami belum keluar dari NPT. Kami masih menjadi bagian dari NPT. Tapi ini adalah jalan yang memiliki dua arah," ujar Boroujerdi di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/7).
Boroujerdi menegaskan bahwa Iran selama ini tetap menjalankan komitmennya dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), namun menilai IAEA tidak bersikap adil dan setara dalam perlakuannya terhadap negara-negara anggota.
"Apabila kami memberikan komitmen dan menjalankan komitmen kami, ada juga kewajiban dan komitmen balik dari IAEA. Kami tidak bisa melaksanakan kewajiban kami secara sepihak," lanjutnya.
Soroti Israel dan Standar Ganda
Dalam pernyataannya, Boroujerdi juga menyinggung ketimpangan perlakuan internasional, khususnya terhadap Israel, yang menurutnya tidak menjadi bagian dari NPT maupun IAEA, tetapi tidak pernah mendapatkan tekanan sekuat Iran.
"Iran yang berada di bawah pengawasan IAEA dan menandatangani NPT justru terus diserang dan ditekan, sementara Israel yang bukan anggota NPT sama sekali tidak tersentuh. Ini standar ganda yang berbahaya," kata Boroujerdi.
Ia menyebut pendekatan seperti ini sebagai bentuk "aturan dari alam rimba" yang justru mengancam norma hukum internasional.
Iran Tetap Komitmen pada Jalur Diplomasi
Meski menangguhkan kerja sama dengan IAEA, Iran menegaskan bahwa mereka tidak keluar dari NPT dan tetap berkomitmen terhadap jalur diplomasi internasional. Penangguhan kerja sama ini merupakan bentuk penegasan terhadap hak kedaulatan Iran dalam pengembangan teknologi nuklir.
"Kami tidak bicara di luar tata tertib NPT. Kami tetap bicara dalam bahasa hukum internasional, bukan pendekatan sepihak yang dibuat-buat," tegas Boroujerdi.
Langkah ini sejalan dengan keputusan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang mengesahkan undang-undang penangguhan kerja sama dengan IAEA setelah disetujui parlemen Iran pekan lalu.
"Penangguhan ini akan tetap berlaku hingga kondisi tertentu terpenuhi, termasuk jaminan keamanan fasilitas nuklir dan para ilmuwan," demikian isi laporan televisi pemerintah Iran.
Undang-undang tersebut juga menyatakan bahwa setiap inspeksi mendatang oleh IAEA terhadap situs nuklir Iran harus mendapatkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.*
(kp/j006)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya peran ulama sebagai mitra moral dalam penyelenggaraan pemerintahan,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Indonesia saat ini tidak lagi bergantung pada im
EKONOMI
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentu
AGAMA
JAKARTA Advokat Elza Syarief resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, ya
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Langkat meresmikan Sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) Hanura Kecamatan S
POLITIK
JAKARTA Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Bersatu menyatakan sikap menolak segala bentuk intervensi poli
POLITIK
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri li
PEMERINTAHAN
PALU Delapan warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami lukaluka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang m
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas ribuan peserta Fun Walk yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan dal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence
NASIONAL